Senegal Mengulang Prestasi 16 Tahun Silam

Budi Ernanto
08/6/2018 00:00
Senegal  Mengulang Prestasi 16 Tahun Silam
(AFP)

SENEGAL pernah membuat kejutan dengan menembus babak perempat final di Piala Dunia 2002, piala dunia pertama yang diikuti wakil Afrika tersebut. Sayangnya, sesudah mengentak dalam debut itu, Senegal seperti kehilangan momentum.

Di tiga edisi Piala Dunia setelah 2002, Senegal tidak lolos kualifikasi, tidak mampu berpartisipasi di tiga Piala Dunia sesudahnya. Kini tim berjuluk ‘Singa Teranga’ tersebut siap kembali membuat kejutan seperti 16 tahun silam di Korea-Jepang.

Di bawah arahan pelatih Aliou Cisse, Senegal kembali menemukan jati diri dan muncul sebagai salah satu kekuatan di Afrika. Bersama dengan Mesir, Maroko, Nigeria, serta Tunisia, Senegal akan menunjukkan kepada dunia sepak bola Afrika tidak bisa lagi dipandang sebelah mata.

Aliou Cisse mengatakan kegembiraan yang luar biasa ditunjukkan publik Senegal yang sudah sangat lama tidak melihat negara mereka masuk Piala Dunia. Cisse merupakan anggota timnas Senegal saat tampil di Piala Dunia 2002.  

"Itu sudah 16 tahun! Setelah 2002 banyak orang yang mengira kami akan menjadi peserta yang rutin masuk Piala Dunia. Namun, ternyata tidak terjadi. Akhirnya kami kembali dan tentu dengan generasi yang berbeda. Kami akan membuat sejarah baru di Rusia," ujar Cisse.
Namun, target yang dipasang Cisse kepada anak asuhnya pun tidak melebihi apa yang dicapainya di Piala Dunia 2002. Menurut dia, jika tidak lolos grup pun, itu tetap menjadi pengalaman yang berharga bagi skuatnya. Senegal di Rusia akan menempati Grup H dan bersaing dengan Kolombia, Polandia, dan Jepang.

“Kami punya banyak pemain muda berbakat. Namun, mereka minim pengalaman di level dunia. Kami akan mendapatkannya dengan risiko apa pun dan bermain dengan gaya khas Afrika,” kata Cisse.

"Saat 2002 juga kondisinya sama. Para pemain Senegal kurang pengalaman, tapi itu tidak mencegah kami untuk bisa melangkah sejauh mungkin karena kami bisa fokus dan menikmati apa yang kami lakukan," imbuh dia.

Ia berharap para pemainnya bisa menyamakan visi dan bisa berkonsentrasi saat bertanding. "Bermain dengan santai dan jangan terbebani oleh pikiran tentang siapa yang menonton mereka. Jika bisa melakukannya, sangat mungkin kami bisa membuat kejutan seperti dulu," lanjut Cisse.

Melebihi target pelatih
Meski Cisse hanya meminta pasukannya bisa mengulang prestasi seperti 16 tahun silam, pemainnya justru ingin bisa mendapat hasil yang lebih baik. Kara Mbodji, bek timnas Senegal, ingin negaranya bisa lolos dari perempat final.

"Kami harus meningkatkan prestasi. Sudah naluri kami yang ingin lebih maju selangkah daripada generasi 2002. Kami harus lolos dari fase penyisihan dan melangkah sejauh mungkin. Itu akan fantastis untuk kami dan publik Senegal," ujar pemain Anderlecht, Belgia, tersebut.

Menurut Mbodji, mimpi itu sangat mungkin terwujud karena siapa pun sebenarnya bisa menang di Rusia. Namun, dia mengakui Senegal bukanlah tim favorit, seperti Polandia dan Kolombia.

“Kami hanya harus menunggu dan melihat apa yang terjadi di Rusia. Kami beruntung memiliki Cisse. Dia punya banyak pengalaman. Dia telah bermain di Piala Dunia 2002, sering terlibat di kompetisi tingkat benua. Dia juga banyak membantu kami dan bersama-sama setiap pemain. Kami akan mendapatkan yang kami mau," kata Mbodji. (Goal/FIFA/R-1)

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya