Inggris Saatnya Tiga Singa Akhiri Hibernasi

Budi Ernanto
06/6/2018 00:15
Inggris Saatnya Tiga Singa Akhiri Hibernasi
(AFP)

INGGRIS dinilai menjadi salah satu kekuatan terbaik sepak bola dunia. Namun, itu tidak berbanding lurus dengan prestasi di Piala Dunia.

Selama 14 kali tampil dalam Piala Dunia, Inggris baru sekali menjadi juara yaitu di Piala Dunia 1966. Gelar itu pun didapat saat Inggris menjadi tuan rumah.

Prestasi terburuk didapat Inggris empat tahun lalu saat Piala Dunia digelar di Brasil. Tiga kali bertanding di babak penyisihan, Inggris bertengger di urutan buncit dengan hasil imbang melawan Kosta Rika dan takluk dari Uruguay serta Italia.

Apa yang didapat tim berjuluk ‘Tiga Singa’ itu memang sangat memalukan. Pasalnya, Inggris yang kala itu ditangani Roy Hodgson diperkuat pemain-pemain bintang semisal Wayne Rooney, Frank Lampard, ataupun Steven Gerrard.

Di Rusia 2018, Inggris disebut kembali memiliki skuat yang mumpuni. Pelatih Gareth Southgate memiliki banyak pilihan pemain untuk bisa membangunkan ‘Tiga Singa’ dari masa hibernasi alias tidur panjang.

Harry Kane, sudah bisa kembali bermain setelah sempat mengalami cedera pergelangan kaki. Selain itu, Southgate juga memiliki Jamie Vardy atau pun Marcus Rashford yang menjadi jaminan mutu di lini depan.

Adanya pemain-pemain muda menjadikan Inggris menjadi tim yang memiliki kekuatan menakutkan setiap lawan.   

"Ini soal pengalaman menang di tingkat dunia. Timnas Inggris ialah skuat yang kuat,” kata Southgate.

Antisipasi lawan
Di Rusia 2018, Inggris berada di Grup G bersama Belgia, Panama, dan Tunisia. Mungkin, hanya Belgia yang menjadi ancaman.

Namun, dalam sepak bola apa pun bisa terjadi. Kadang-kadang kuda hitam bisa membuat kejutan dan itu bisa saja dilakukan Panama yang baru pertama kali muncul di Piala Dunia ataupun Tunisia.\

"Belgia tidak memiliki kejutan dalam hal kekuatan dan kelemahan. Belgia diisi pemain-pemain yang sudah berpengalaman, setidaknya lebih dari 50 kali penampilan per individu. Mereka tampil menakjubkan di Brasil dan mungkin bakal lebih spektakuler di Rusia," ungkap Southgate.

Sementara Panama, lanjut dia, punya cerita yang fantastis selama berjuang menuju Rusia. Menurut Southgate, pemain Panama memiliki semangat tinggi.

"Kita bisa lihat seperti apa mereka bermain, sangat terorganisasi dan optimistis. Jadi, walau baru kali ini di Piala Dunia, mereka tetap berbahaya," jelasnya.

Tunisia dinilai Southagate juga tidak bisa dipandang enteng. Sebagai salah satu wakil Afrika, Tunisia memiliki semangat tinggi untuk meraih hasil terbaik.   

"Ketangguhan Tunisia tidak perlu diragukan lagi. Lawan-lawannya saja sudah berat ketika masih di babak kualifikasi. Tunisia jarang melakukan kesalahan dan mereka ialah tim yang menarik. Apa yang harus diwaspadai ialah naluri para strikernya yang selalu ingin mencetak gol," ungkap mantan pemain belakang timnas Inggris. (FIFA/R-1)

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya