Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MANAJER Persija Jakarta Andi Tjahjoko akhirnya angkat bicara atas polemik yang disulut oleh manajer Persebaya Surabaya Chairul Basalamah pasca penundaan pertandingan di Bantul, Minggu (3/6). Chairul menyebut pembatalan pertandingan merupakan skenario yang sengaja disiapkan tim tuan rumah.
Alasan yang dikemukakan oleh Chairul ialah skuat 'Macan Kemayoran'--julukan Persija-- sedang timpang setelah absennya sejumlah pemain inti. Seperti diketahui, penyerang utama Marko Simic absen karena terkena sanksi larangan bermain. Selain itu, Riko Simanjuntak dan Rezaldi Hehanusa juga tidak dapat memperkuat tim setelah dipanggil membela tim nasional.
"Pertandingan malam ini Persija akan main tanpa sejumlah pemainnya, nanti pas dijadwalkan ulang mereka jadi lengkap, ya kan? Kalau orang pintar tahulah, pertandingan ini dibuat sedemikian rupa sehingga batal," kata Chairul sebelumnya.
Selain itu, Chairul juga bergumam karena menilai pihak panitia pelaksana (panpel) Persija tidak siap menggelar pertandingan. Hal itu dilihat dari personel pengamanan yang diturunkan terlalu minim untuk laga sebesar Persija melawan Persebaya.
Menanggapi hal tersebut, Andi menyayangkan pernyataan yang dikeluarkan oleh manajemen Persebaya Surabaya. Komentar yang disampaikan Chairul dinilai terlalu menyudutkan dan dapat menimbulkan friksi diantara kedua belah pihak.
"Ayolah sama-sama menjaga suasana yang kondusif. Toh
, tujuan dari kompetisi ini kan muaranya ke tim nasional. Jadi janganlah berkomentar yang aneh-aneh dan dapat menimbulkan friksi. Kita serahkan semuanya kepada PT LIga Indonesia Baru (PT LIB) selaku operator kompetisi," ujar pria yang juga perwira di lingkungan TNI AU ini.
Adhi menilai polemik penundaan pertandingan seharusnya telah rampung diranah rapat internal yang dipimpin oleh komisi pertandingan. Terlebih Chairul juga membubuhkan tanda tangannya di atas surat pernyataan yang telah disepakati bersama.
"Padahal kesepakatan sudah ditandatangani bersama di hadapan match commisioner
dan semua pihak sepakat pertandingan tidak mungkin dilakukan karena risiko yang besar," imbuh Adhi. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved