Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
WALAU menjadi salah satu tim kuat Asia, Korea Selatan (Korsel) seperti tidak dipandang dalam setiap perhelatan Piala Dunia, demikian pula di Rusia 2018. Dengan berada di Grup F bersama Jerman, Swedia, dan Meksiko, Korsel seperti dianggap sebagai tim anak bawang. Namun, pelatih Korsel, Shin Tae-yong, tak ingin menyerah sebelum berperang. Meskipun banyak yang menilai peluang Korsel untuk lolos ke babak 16 besar tipis, Tae-yong tetap optimistis dapat melangkah sejauh mungkin.
Tae-yong memang pantas berharap banyak di Piala Dunia 2018. Walau baru menangani timnas Korsel pada pertengahan tahun lalu, Tae-yong sejatinya telah bersama timnas Korsel sejak 2014 dengan menjadi asisten pelatih Uli Stielike.
Juni 2017, Tae-yong akhirnya menduduki kursi utama pelatih menggantikan Stielike yang dipecat. Pengalamannya menjadi pelatih kepala timnas Korea Selatan U-20 dan U-23 ditambah sebagai asisten pelatih Stielike selama tiga tahun menjadi modal bagi pelatih berusia 49 tahun tersebut.
Skema andalan Tae-yong selama satu tahun memimpin skuat Taegeuk Warriors ialah 3-4-3. Namun, skema tersebut tampaknya belum ampuh untuk membuktikan kemampuan mereka untuk bersaing dengan tim-tim hebat di Piala Dunia.
Faktanya, dengan formasi tersebut, Korsel menelan kekalahan di laga uji coba terakhir melawan Irlandia Utara dengan skor 1-2 dan Polandia dengan skor 2-3. Kendati demikian, dengan memanfaatkan sisa waktu yang ada, Tae-yong tetap percaya diri mampu membentuk tim yang tangguh di Piala Dunia kali ini.
"Tim pelatih sedang mengamati para pemain Swedia dan Meksiko di luar negeri dan menganalisis kekuatan dan kelemahan mereka. Kami masih memiliki cukup waktu untuk mengembangkan performa tim hingga Piala Dunia nanti, khususnya di lini pertahanan yang masih lemah," pungkasnya. (Berbagaisumber/Rul/R-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved