Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
JANNE Andersson bukanlah pelatih berpengalaman bagi tim nasional Swedia. Pria berusia 55 tahun tersebut ditunjuk menukangi timnas Swedia pada 2016, menggantikan Erik Hamren yang mundur setelah Swedia dua kali absen di Piala Dunia dan tersingkir dari fase grup Euro 2016.
Sejak menjalani karier kepelatihannya pada 1988 bersama klub lokal Alets IK, pria bernama lengkap Jan Olof Andersson itu memang hanya berkutat pada level klub. Tercatat sebanyak lima klub pernah dilatih oleh Andersson. Selama masa kariernya tersebut, Andersson bahkan minim prestasi.
Namun, bersama timnas Swedia, pencapaian Andersson melebihi ekspektasi. Dengan racikan strategi 4-4-2, Andersson sukses membawa Swedia lolos Piala Dunia untuk pertama kali setelah absen pada 2010 dan 2014. Tak tanggung-tanggung, Andersson bahkan berhasil menyingkirkan Belanda di babak kualifikasi.
Di bawah arahannya, Swedia menduduki runner-up Grup A di bawah Prancis. Pencapaian Andersson tak berhenti sampai di situ. Pada babak play-off pun, Andersson kembali memenangkan adu taktik melawan tim jawara Piala Dunia, Italia. Dengan kemenangan 1-0 di leg pertama dan imbang 0-0 di leg kedua, Swedia akhirnya dipastikan melangkah ke Piala Dunia 2018.
Prestasi tersebut menjadi modal yang positif bagi Andersson. Setelah menghadapi lawan-lawan tangguh di babak kualifikasi dan play-off, Swedia berpeluang besar kembali menjatuhkan rival mereka selanjutnya, seperti Jerman, Meksiko, dan juga Korea Selatan yang juga merupakan tim langganan Piala Dunia.
"Kami sudah berhadapan dengan lawan yang tangguh di kualifikasi, yaitu Belanda, Prancis, dan Italia. Kami juga memiliki beberapa pertandingan yang bagus. Bila kami bisa memainkan pada level yang sama, kami pasti bisa mengalahkan tim mana pun di dunia, bahkan termasuk Italia," tegas Andersson. (FIFA.com/Rul/R-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved