Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
GAGAL berpartisipasi dalam dua edisi terakhir Piala Dunia, membuat Swedia seperti tidak masuk hitungan di Piala Dunia 2018. Terlebih, berada di Grup F, Swedia harus bersaing dengan tim-tim kuat yaitu Jerman, Korsel, serta Meksiko.
Akan tetapi, berbeda dari tim sebelumnya yang dilatih Erik Hamren, skuat tim berjuluk ‘Biru-Kuning’ yang kini ditangani Janne Andersson menjadi tim dengan tipikal pekerja keras. Dengan skema 4-4-2 yang diterapkan, Andersson berhasil mengembalikan Swedia menjadi salah satu kekuatan di Eropa.
Sejak berpartisipasi di Piala Dunia 1934, tercatat sudah 11 kali Swedia berlaga di pentas sepak bola terbesar di dunia. Prestasi tertinggi yang dicapai Swedia ialah menjadi runner-up saat menjadi tuan rumah Piala Dunia 1958. Setelah itu, prestasi terbaik Swedia ialah mencapai babak 16 besar di Piala Dunia 2006 dan 2002.
Dalam perjuangan merebut tiket ke Rusia 2018, Swedia mampu menunjukkan bukan tim yang pantas diremehkan. Di babak kualifikasi Grup A Zona Eropa, Swedia memang hanya menjadi runner-up di bawah Prancis, tetapi mereka bisa menyingkirkan Belanda yang tidak lolos. Di babak play-off, Swedia kembali menunjukkan kelasnya dengan menyingkirkan Italia.
Pencapaian inilah yang membuat Andersson ingin terus melanjutkan mimpi Swedia. Bahkan, ia optimistis tim besutannya mampu melewati hadangan di penyisihan Grup F. "Saya pikir kami memiliki grup yang bagus, tim yang bagus, dan kami bekerja keras bersama-sama. Kami juga secara taktis cerdas dan kami harus menjadi seperti itu dengan siapa pun yang kami mainkan," ujar Andersson.
"Dalam sepak bola, kita tidak tahu apa yang akan terjadi dan saya tidak bisa menjanjikan bahwa kami bisa menang. Akan tetapi, kami merupakan tim bagus yang saling menyukai satu sama lain di dalam maupun di luar lapangan dan apa yang bisa saya janjikan ialah kami akan bekerja sangat keras bersama-sama untuk mencapai sesuatu," lanjutnya.
Minim bintang
Setelah ditinggalkan pemain bintang Zlatan Ibrahimovic yang memutuskan hengkang pascatersingkir dari fase grup Euro 2016, Swedia tidak punya pemain bintang lain yang layak ditonjolkan. Kekuatan Swedia kini bertumpu kepada pemain yang mayoritas berasal dari kompetisi di Denmark, Yunani, Rusia, Skotlandia, hingga Uni Emirat Arab.
Mungkin hanya Emil Forsberg (Leipzig), Victor Lindelof (Manchester United), Emil Krafth (Bologna), dan Erdal Rakip (Crystal Palace) yang berasal dari lima liga top Eropa. Setelah Ibrahimovic pensiun, penyerang klub Al Ain, Marcus Berg, dan Ola Toivonen yang menjadi striker Toulouse, Prancis, akan menjadi andalan di Rusia 2018.
Ibrahimovic sempat dikabarkan ingin kembali membela negaranya setelah Swedia memastikan tiket ke Rusia 2018 dalam genggaman. Namun, Andersson memastikan itu takkan terjadi. "Ibrahimovic sudah mengatakan tidak untuk timnas. Dia sudah tidak berada di tim setelah Euro dan saya menghormatinya. Bila Anda menolak tim, saya tidak berpikir Anda harus kembali," tegas Anderson. (FIFA.com/R-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved