Mo Salah Berpacu dengan Waktu

Satria Sakti Utama
30/5/2018 06:30
Mo Salah Berpacu dengan Waktu
( AFP PHOTO / GENYA SAVILOV)

BINTANG timnas Mesir Mohamed Salah harus berpacu dengan waktu untuk menyembuhkan cedera bahu yang dialami. Striker Liverpool tersebut akan menjalani perawatan di Spanyol agar bisa sembuh sebelum dimulainya putaran final Piala Dunia 2018 Rusia, 15 Juni mendatang.

Program penyembuhan cedera Salah diinisiasi langsung Federasi Sepak Bola Mesir (EFA). EFA berusaha memaksimal mungkin agar Salah fit sejak Mesir melakoni laga pembuka Piala Dunia 2018 kontra Uruguay. Salah menyebarkan optimisme kepada pendukung Mesir bahwa ia akan sembuh tepat waktu. Melalui akun Twitter-nya, Salah menegaskan keyakinan bisa tampil di Rusia bulan depan.

‘Ini merupakan malam yang sulit, tapi saya seorang petarung. Meskipun sulit, saya percaya diri bahwa akan berada di Rusia untuk membuat Anda bangga’, tulis Salah di Twitter pribadinya. EFA juga mengklaim bahwa Salah akan siap sebelum putaran final Piala Dunia 2018 dimulai. “Kabar terbaru dari Dr Mohamed Abdul-Ela bahwa tim medis Liverpool telah melakukan penyinaran pada bahunya. Menurut laporan, Salah mengalami luka di sendi bahu, dan menyatakan optimisme untuk tampil di Piala Dunia,” rilis penyataan dari EFA.
Salah mengalami dislokasi tulang bahu setelah ‘dihajar’ bek Real Madrid Sergio Ramos pada final Liga Champions, Minggu (27/5). Oleh banyak pihak, Ramos disebut memang sengaja ingin mencederai Salah.

Persatuan Judo Eropa menyebut tindakan Ramos yang ‘mengunci’ tangan kanan Salah dengan teknik waki-gatame merupakan tindak-an yang tidak bisa dibenarkan. “Waki-gatame merupakan teknik berbahaya karena itulah dilarang dalam pertandingan judo,” sebut Persatuan Judo Eropa.

Bahkan, seorang pengacara asal Mesir, Bassem Wahba, akan menuntut Ramos US$1,2 miliar atas tindakannya kepada Salah. “Ramos dengan sengaja melukai Salah dan harus dihukum atas tindakannya. Saya akan meminta kompensasi untuk kerugian fisik dan psikologis yang diberikan Ramos kepada Salah dan orang-orang Mesir,” katanya.

Tidak mau tergesa
Sementara itu, pelatih timnas Jepang Akira Nishino menyatakan akan menentukan skuat inti tim asuhannya hingga saat-saat akhir. Pelatih berusia 63 tahun yang baru menduduki jabatannya bulan lalu menggantikan Vahid Halilhodzic itu menyebut tidak mau tergesa-gesa menentukan daftar 23 pemain.

Sebelum berlaga di Rusia, Jepang masih akan memainkan dua laga uji bola yaitu melawan Ghana hari ini dan Swiss, 9 Juni mendatang. Ia menegaskan 23 pemain yang akan dibawanya ke Rusia belum akan ditentukan setelah uji coba melawan Ghana.    
“Pada tahap ini tentu saja saya sudah memiliki gambaran. Namun, saya juga harus mempertimbangkan kemungkinan cedera pemain,” ungkap mantan Nishino.

Nishino mungkin akan kembali mengandalkan dua pemain senior, Keisuke Honda dan Shinji Kagawa, serta striker Liecester City Shinji Okazaki sebagai motor tim ‘Matahari Terbit’. Saat Jepang masih ditangani Halilhodzic, Honda dan Kagawa tidak mendapat tempat di tim utama.   

Di Piala Dunia 2018, Jepang berada di Grup H bersama Kolombia, Senegal, dan Polandia. Nishino diharapkan bisa membawa Jepang setidaknya lolos ke fase gugur. (skysport/AFP/R-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya