Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEPANJANG perhelatan Piala Dunia, Meksiko memang bukan tim unggulan. Namun, menilik kehadiran tim berjuluk Los Tricolores sejak Piala Dunia 1994 tanpa terputus, Meksiko layak disebut kuda hitam. Dalam enam edisi Piala Dunia terakhir, Los Tricolores secara konsisten lolos dari fase grup, meskipun kemudian tersingkir di babak 16 besar. Sejak berpartisipasi di Piala Dunia 1930, El Tri, julukan lain timnas Meksiko, meraih prestasi terbaik dengan menembus perempat final di edisi Piala Dunia 1970 dan 1986.
Karena itu, Piala Dunia kali ini seharusnya menjadi momen bagi El Tri untuk melangkah lebih jauh. Namun, bukan hal mudah bagi Meksiko untuk mencapai hal itu. Hasil undian menempatkan tim besutan Juan Carlos Osorio tersebut tergabung di Grup F bersama juara bertahan Jerman, wakil Asia, Korea Selatan, serta tim Eropa, Swedia, yang juga tidak kalah pengalaman di Piala Dunia.
Selain faktor lawan, masalah terbesar Meksiko saat ini ialah menemukan komposisi terbaik dari pemain yang dimiliki. Hal itu terlihat dari keputusan Osorio yang mengubah formasi di beberapa laga uji coba. Osorio diharapkan telah menemukan komposisi terbaik saat menjalani laga persahabatan melawan Wales pada 29 Mei mendatang. Namun, Osorio berkilah bahwa menemukan 11 pemain terbaik bukan hal mudah.
"Kami harus mengikuti perkembangan beberapa pemain dengan sangat dekat, ada beberapa ruang, tetapi ruang tersebut akan tetap berlanjut, untuk setiap pemain, hingga hari terakhir," ujar Osorio.
Kekhawatiran tim
Tidak hanya pihak luar, seringnya Osorio mengubah formasi tim juga menimbulkan kekhawatiran dalam tim asuhannya. Satu di antaranya ialah Guillermo Ochoa. "Saatnya berhenti bereksperimen. Sudah waktunya kita fokus dan bermain sebagai tim yang utuh," ujar kiper utama Meksiko tersebut.
Pencapaian Osorio bersama Meksiko juga mendapat kritikan dari mantan pelatih Meksiko di Piala Dunia 1998, yakni Manuel Lapuente. Ia menegaskan, El Tri tidak akan bisa melaju lebih jauh di Piala Dunia 2018 jika Osorio tidak memiliki rencana yang jelas soal strategi permainan timnya.
"Banyak yang mengatakan beberapa tahun terakhir permainan sudah bagus, tapi saya tidak begitu yakin," ujar Lapuente. "Kami gagal di Copa America Centenario, Piala Emas, dan Piala Konfederasi. Kami telah bermain bagus di kualifikasi, tapi kami tidak akan bermain semacam itu di Rusia," tegasnya.
Apapun pendapat banyak pihak, Osorio tetap memiliki otoritas tertinggi di timnas Meksiko. Walau dinilai kemampuannya belum mumpuni untuk bisa bersaing di level tertinggi, setidaknya Osorio memiliki keyakinan tinggi. Tidak diperhitungkan justru menjadi keuntungan tersendiri bagi Meksiko di bawah arahan Osorio. Jika di waktu tersisa Osorio bisa menemukan formula terbaik, bukan tidak mungkin Meksiko akan menjelma menjadi pembunuh para raksasa di Rusia. (telegraph/R-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved