Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DENGAN status juara bertahan, Jerman jelas menjadi tim yang paling diunggulkan pada Piala Dunia 2018. Setelah mengakhiri masa penantian gelar selama 14 tahun di Brasil empat tahun lalu, publik Jerman kembali menaruh harapan kepada timnas mereka untuk menambah koleksi gelar mereka di Rusia kali ini.
Performa awal die Mannschaft di babak kualifikasi zona Eropa terbilang meyakinkan. Skuat besutan Joachim Loew lolos ke Piala Dunia 2018 dengan poin sempurna.
Dari total 54 negara di kualifikasi zona Eropa, Jerman berhasil memenangi total 10 laga. Die Mannschaft pun menduduki puncak klasemen Grup C dengan torehan poin sempurna, 30 poin.
Sayangnya, seusai memastikan tiket ke Rusia, die Mannschaft mengalami penurunan performa. Manuel Neuer dan kolega belum satu pun memetik kemenangan di empat laga persahabatan internasional yang mereka hadapi.
Dalam laga uji coba melawan Inggris pada 10 November lalu, Jerman harus puas meraih hasil imbang 0-0. Begitu pula saat mereka menghadapi Prancis empat hari berselang, skuat die Mannschaft meraih hasil 2-2.
Tren imbang tersebut berlanjut ke laga persahabatan melawan Spanyol pada Jumat (23/3). Saat itu skuat besutan Loew juga ditahan dengan hasil imbang 1-1.
Alih-alih memperbaiki performa, skuat die Mannschaft justru memburuk di laga persahabatan terakhir. Pada pertemuan melawan Brasil, tim yang dihabisi 1-7 di semifinal Piala Dunia 2014, die Mannschaft menelan kekalahan 0-1.
Itu menjadi kekalahan pertama Jerman dalam 22 pertandingan terakhir mereka. Jerman terakhir menelan kekalahan di semifinal Euro 2016 dari Prancis.
Tepis keraguan
Hasil dalam laga uji coba menimbulkan keraguan terhadap kesiapan die Mannschaft dalam menghadapi Piala Dunia 2018. Walau diprediksi tidak menemui kesulitan lolos dari penyisihan Grup F yang juga dihuni Korsel, meksiko, dan Swedia, Jerman dinilai belum menemukan gaya permainan yang pas untuk dapat bersaing dengan tim-tim unggulan di pentas dunia.
Dalam Menanggapi tudingan miring terhadap tim besutannya, Loew tidak mau ambil pusing. Ia bahkan optimistis Jerman akan mampu merebut trofi Piala Dunia untuk kali kelima.
"Saya memiliki feeling yang bagus. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi dengan generasi emas ini setelah Piala Dunia kali ini. Namun, saat ini semua pemain sangat bersemangat," ungkapnya.
"Saya tidak merasa khawatir terhadap apa pun karena saya tahu bahwa tim bisa melakukan hal-hal yang sangat berbeda. Kami tentu tak ingin kalah dalam sebuah pertandingan begitu saja, tetapi saya bisa tetap hidup dengan hasil apa pun yang kami raih dan kami harus bekerja keras untuk meraih tiga atau empat poin," ujar Loew.
Loew mengakui masih ada kekurangan terutama di lini pertahanan. Melawan Austria pada Sabtu (2/6) dan Arab Saudi empat hari berselang dalam laga uji coba menjadi kesempatan terakhir Loew untuk memperbaiki kekurangan dalam tim besutannya.
Jika Loew tidak bisa melakukannya, publik Jerman harus bersiap menerima kenyataan pahit melihat tim kesayangan mereka harus angkat koper lebih awal. (firstpost/R-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved