Menanti Sejarah Berulang di Ukraina

(AFP/Marca/Sat/R-2)
25/5/2018 23:45
Menanti Sejarah Berulang di Ukraina
(AFP PHOTO / Gabriel BOUYS AND Glyn KIRK)

DUA klub paling populer di dunia, Real Madrid dan Liverpool, akan berjibaku pada final Liga Champions di NSC Olimpiyskiy Stadium, Kiev, Ukraina, dini hari nanti WIB. Di satu sisi Madrid mengincar gelar ke-13 atau yang ketiga secara beruntun. Sementara itu, di sisi lain the Reds yang baru merasakan lagi bermain di final setelah 11 tahun lalu membidik trofi keenam.

Dari sisi pengalaman, Madrid jelas lebih pantas diunggulkan. Namun, Liverpool juga pantas diwaspadai. Jika ditilik dari dua lawan Madrid di tiga final terakhir, yakni Atletico Madrid dan Juventus, Liverpool merupakan penantang dengan filosofi berbeda.

Liverpool merupakan tim dengan kolektivitas tim tingkat tinggi dan ditopang dengan ketajaman di sektor depan. Itu bisa dilihat dari produktivitas gol mereka, yakni 46 gol dari 14 laga, 31 gol di antaranya merupakan sumbangan trisula maut mereka.

Hal itu membuat lini belakang Madrid akan mendapatkan banyak ujian sulit. Kendati demikian, bos Liverpool Juergen Klopp tidak melihat celah tersebut akan mudah dieksplorasi, khususnya posisi bek kiri yang dikawal Marcelo.

"Marcelo merupakan pemain yang lebih sering menyerang, tapi sepak bola tidak semudah yang diucapkan. Banyak anggapan jika Marcelo bergabung dalam serangan, Salah akan mendapatkan ruang. Namun, pemain kami kemudian akan bertemu Sergio Ramos," kata Klopp.

Terlepas dari itu, sejatinya Liverpool pernah punya kenangan indah saat berhadapan dengan Madrid. Kala itu 'si Merah' mengalahkan el Merengues 1-0 di final Liga Champions 1981.

Tidak berlebihan kiranya jika para pendukung Liverpool berharap sejarah itu akan berulang di Kiev nanti. Apalagi kala itu mereka juga tidak terlalu diunggulkan.

"Seperti yang saya katakan bahwa kami favorit, Liverpool tidak pernah mencapai final dalam jangka waktu yang lama. Mereka punya pemain yang tidak memenangi Liga Champions. Terlepas kualitas individu Firmino dan Salah, kami merupakan tim yang lebih baik dan mereka tidak akan mendapatkan tujuan mereka," tegas kapten Madrid Sergio Ramos.

Zinedine Zidane sudah pasti memprioritaskan satu tempat di posisi penyerang untuk Cristiano Ronaldo. Kapten timnas Portugal itu mencetak 15 gol untuk Madrid di Liga Champions. Ia merupakan kunci dan andalan utama Los Blancos.

"Cristiano (Ronaldo) selalu percaya pada dirinya sendiri. Ia selalu memberikan yang terbaik untuk tim. Saya harap dia berada di level terkuatnya," kata bek Madrid, Raphael Varane.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya