Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DI kompetisi sepak bola level Eropa, Swiss bisa dibilang tidak masuk hitungan. Pencapaian terbaik Swiss di kompetisi antarnegara 'Benua Biru' ialah babak 16 besar Euro 2016.
Di Piala Dunia, raihan Swiss lebih baik. Babak perempat final Piala Dunia pernah dicapai tim berjuluk La Nati itu pada 1934, 1938, serta 1954. Setelah itu, babak 16 besar menjadi pencapaian terbaik Swiss di Piala Dunia.
Kini, target tinggi diusung Swiss di Piala Dunia 2018. Tidak tanggung-tanggung, babak final yang akan berlangsung di Stadion Luzhniki, Moskow, 15 Juli mendatang menjadi incaran.
Vladimir Petkovic ialah orang yang mencanangkan target tersebut. Pelatih kelahiran Sarajevo tersebut yakin Swiss yang ditanganinya bisa melakukan hal tersebut.
Target tersebut dinilai terlalu muluk karena Petkovic baru pertama kali memimpin tim di Piala Dunia. "Kami tidak benar-benar memasang batas bagi tim kami. Bahkan, kalau memungkinkan hingga final," ujarnya.
Orang boleh saja menyebut Petkovic seperti bermimpi di siang hari. Namun, ia sukses mengantar Swiss menembus babak 16 besar Euro 2016. Hal itu bisa menjadi ukuran untuk menilai seberapa hebat pelatih berusia 54 tahun itu.
Sejak menduduki kursi pelatih timnas Swiss menggantikan Ottmar Hitzfeld pada Juli 2014, Petkovic mampu mengubah Swiss menjadi kekuatan yang patut diperhitungkan.
WalauPetkovic baru sekali menjadi pelatih timnas, kemampuannya sebagai juru taktik sudah dimatangkan di level klub. Sejak mulai menjalani karier pelatih pada 1997, Petkovic telah menangani tujuh klub berbeda.
Memang tidak banyak prestasi yang diraih Petkovic di level klub. Tercatat baru dua gelar yang dapat diraih pelatih asal Bosnia Herzegovina tersebut.
Bersama Malcantone Agno, Petkovic meraih gelar pertamanya di Liga Classic yang merupakan kasta keempat kompetisi sepak bola Swiss pada 2002-2003. Masa keemasan Petkovic justru diraihnya saat melatih Lazio. Pada musim 2012-2013, Petkovic berhasil membawa Lazio menjuarai Coppa Italia.
Meski mematok target tinggi di Rusia 2018, Petkovic menyadari kekuatan lawan di Grup E yang terbilang cukup menyulitkan. Selain berhadapan dengan penyandang lima kali Piala Dunia, Brasil, Swiss juga harus bersaing dengan Kosta Rika dan Serbia.
"Kekuatan Kosta Rika dan Serbia memang di bawah Brasil. Namun, kami akan tetap mewaspadai mereka," ujarnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved