Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MESIR saat ini menjadi negara Afrika paling bersinar. Dengan Mohamed Salah yang moncer bersama Liverpool, Mesir disebut menjadi salah satu kuda hitam di Rusia 2018. Namun, Nigeria tetap tidak bisa dipandang sebelah mata. Walau belakangan Nigeria kurang menunjukkan penampilan menjanjikan, pengalaman tampil di putaran final Piala Dunia yang dimiliki 'Elang Super' menjadi pembeda dengan wakil-wakil Afrika lainnya.
Selain pengalaman, 'Elang Super' memang tidak pernah habis melahirkan pemain-pemain berkualitas. Setelah era Jay-Jay Okocha dan Nwankwo Kanu di era 1990-an, Nigeria kini memiliki Victor Moses, John Obi Mikel, Ahmed Musa, atau Kalechi Iheacaho yang kualitasnya tidak perlu diragukan.
Moses kini bermain untuk Chelsea. Mikel bermain untuk klub Tiongkok Tianjin Teda setelah membela Chelsea. Musa membela CSKA Moskow dan Iheacaho punggawa Leicester City.
Dengan banyaknya talenta pesepak bola, sejak pertama kali lolos ke putaran final di Piala Dunia 1994 Amerika, Nigeria hanya sekali absen, yakni saat Piala Dunia 2006 Jerman. Total 'Elang Super' telah enam kali tampil di Piala Dunia, termasuk tahun ini, dengan raihan terbaik babak 16 besar pada 1994, 1998, dan 2014.
Di Rusia 2018, Nigeria berpeluang besar untuk bisa kembali lolos ke fase gugur. Dengan berada di Grup D, Nigeria dinilai menjadi kandidat terkuat menjadi pendamping Argentina melangkah ke babak 16 besar. Dua slot lainnya di Grup D diisi Kroasia dan Islandia.
Pelatih timnas Nigeria, Gernot Rorh, berharap tim asuhannya bisa membuat kejutan di Rusia. Namun, Rohr mengakui tim asuhannya memiliki pesaing berat sejak fase grup.
"Tapi, saya pikir kami bisa membuat guncangan. Kami harap juga bisa menambah pengalaman para pemain muda Nigeria," jelasnya. Kejutan yang dikatakan Rohr pernah ditunjukkan pada akhir tahun lalu saat menghadapi Argentina dalam laga persahabatan. Saat itu Nigeria menang 4-2 dari Argentina yang tampil tanpa Lionel Messi. “Kami juga bermain tanpa Moses," timpal pelatih asal Jerman tersebut.
Jaga keseimbangan
Dengan banyaknya pilihan pemain yang bisa diturunkan ke Rusia nanti, tugas Rohr sebenarnya tidak telalu berat. Satu hal yang harus dia pastikan ialah menjaga keseimbangan di semua lini. "Saya percaya bahwa pemain Afrika memiliki bakat besar. Mereka berpotensi secara fisik dan teknik. Namun, mereka tidak terorganisasi. Apa yang kurang dari pemain Afrika ialah minimnya rasa disiplin," kata Rohr.
Selain itu, Rohr harus bisa menjaga fokus pemainnya agar tidak terganggu dengan urusan nonteknis. Kejadian mogok pemain Piala Konfederasi 2013 karena bonus yang dijanjikan Federasi Sepak Bola Nigeria tidak boleh terulang. Rohr juga memiliki tugas berat untuk meredam egoisme para pemain bintangnya. Ia dituntut untuk bisa menyatukan kekuatan para pemainnya untuk menjadi tim yang solid. Jika Rohr mampu melakukan hal tersebut, peluang 'Elang Super' untuk 'terbang tinggi' di Rusia bukan hal yang mustahil terjadi. (Pulse/Chicagotribune/R-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved