Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SIAPAPUN yang menduduki kursi pelatih timnas Nigeria, beban berat selalu ada di pundak. Ekspektasi tinggi pasti dihadapi pelatih tim berjuluk ‘Elang Super’ tersebut. Tidak terkecuali dengan Gernot Rohr. Juru taktik asal Jerman itu diharapkan bisa membawa ‘Elang Super’ melambung tinggi di Rusia 2018.
Rohr mengisi jabatan pelatih timnas Nigeria sejak 2016. Rohr menjadi pilihan utama karena berpengalaman melatih negara-negara Benua Hitam. Kiprahnya bisa dilihat dalam kurun waktu sewindu terakhir. Rohr pernah menjadi juru taktik Gabon, Niger, dan Burkina Faso.
Sebelum memasuki dunia pelatih di level timnas, Rohr sejak 1990 pernah melatih beberapa klub di Prancis, seperti Bordeaux, Creteil, dan Nice. Namun, dengan segudang pengalamannya itu, Rohr masih diragukan kemampuannya. Bisa dibilang, Federasi Sepak Bola Nigeria sebenarnya melakukan pertaruhan yang berbahaya dengan memilih Rohr sebagai pelatih.
Prestasi Rohr sebagai pelatih sejauh ini masih setengah-setengah. Membawa Bordeaux ke final Piala UEFA pada 1996, Rohr justru menelan pil pahit di laga puncak setelah tim asuhannya digebuk 6-1 oleh Bayern Munich. Padahal, Bordeaux saat itu memiliki daftar pemain kelas dunia, seperti Zinedine Zidane, Christophe Dugarry, dan Bixente Lizarazu.
Di level timnas, prestasi terbaik Rohr terjadi pada 2012, saat membawa Gabon bertahan hingga perempat final Piala Afrika. Tiga tahun berselang, Rohr sempat menangani Burkina Faso sebelum akhirnya dipecat. Dengan catatan tersebut, wajar jika ada yang akan memandang Nigeria sebelah mata. Apalagi di Rusia, tugas Rohr menjadi semakin berat. Nigeria satu grup dengan Argentina, Kroasia, dan Islandia.
Meski demikian, Rohr mengaku tetap optimistis walau dari fakta yang ada, dirinya tidak sempurna selama menjadi pelatih. Ia mengaku masih banyak pekerjaan rumah yang harus dibenahi sebelum tampil di Rusia. "Melalui pertandingan persahabatan sebagai laga uji coba, ada kesempatan untuk melihat kualitas tim. Memang uji coba tidak sama dengan Piala Dunia, tapi kami pastikan persiapan kami lakukan setiap hari. Memenangkan pertandingan persahabatan ibaratnya hanya harapan palsu. Tapi, kami ingin terus berjuang keras,” imbuh Rohr. (Goal/BBC/Beo/R-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved