Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
CHELSEA akhirnya bisa menutup musim kompetisi 2017-2018 dengan senyuman. Setelah gagal mempertahankan gelar juara Liga Primer dan merebut tiket ke Liga Champions musim depan, the Blues akhirnya bisa mengangkat trofi juara di laga pemungkas musim ini.
Adalah gelar Piala FA yang menjadi penyelamat nama besar Chelsea. Kala menghadapi Manchester United dalam final di Stadion Wembley kemarin, Chelsea menang tipis 1-0.
Gol tunggal kemenangan Chelsea dicetak Eden Hazard melalui eksekusi penalti di menit ke-22. Itu menjadi gelar kedelapan Chelsea di ajang Piala FA.
Gelar Piala FA juga menjadi penyelamat bagi pelatih Chelsea, Antonio Conte. Pelatih asal Italia yang musim lalu mengantar Chelsea menjadi juara itu terancam dipecat karena hasil kurang memuaskan di Liga Primer musim ini.
Dengan gelar di Piala FA, Conte kini memiliki posisi tawar lebih baik. Ia kini bisa sedikit memberikan tekanan kepada manajemen Chelsea untuk tetap mempertahankannya di kursi pelatih.
"Setelah dua tahun, klub tahu bagaimana saya dengan baik. Jika ingin melanjutkan kerja sama dengan saya, saya tidak akan berubah. Mereka tahu itu. Cara saya selalu sama yakni kerja keras dan membangun mentalitas pemain yang kuat," tutur Conte.
Pelatih berusia 48 tahun tersebut mengaku akan menerima segala keputusan yang akan diambil manajemen termasuk soal pemecatan dirinya. Kontrak Conte baru akan habis Juni 2019.
"Pekerjaan kami tidak mudah. Saya mengerti klub dapat membuat keputusan baik positif maupun negatif. Saya akan mengerti itu," tegasnya.
Sementara itu, bagi Manchester United, kekalahan dari Chelsea membuat mereka musim ini nirgelar. Hasil itu juga menjadi catatan negatif pelatih Jose Mourinho karena pelatih asal Portugal tersebut sebelumnya tidak pernah kalah di final kejuaraan-kejuaraan domestik di Inggris, kecuali Community Shield.
"Saya memberikan selamat karena mereka (Chelsea) menang karena saya seorang yang sportif. Namun, saya tidak berpikir mereka pantas mendapatkannya," kata Mourinho.
Kado perpisahan
Dari Jerman, ambisi Bayern Muenchen untuk mengawinkan gelar Bundesliga dan Piala Jerman kandas. Kala menghadapi Eintracht Frankfurt di final Piala Jerman, Muenchen yang merupakan juara Bundesliga musim ini kalah 1-3.
Tiga gol kemenangan Frankfurt disumbang Ante Rebic di menit ke-11 dan ke-82 serta Mijat Gacinovic (90'). Sementara itu, gol Muenchen dicetak Robert Lewandowski (53').
Kekalahan dari Frankfurt merupakan kado perpisahan pahit bagi pelatih Muenchen, Jupp Heynckes. Laga final Piala Jerman menjadi laga terakhir pelatih 73 tahun itu bersama Muenchen. Heynckes menjadi pelatih sementara Muenchen sejak Oktober 2017 untuk menggantikan Carlo Ancelotti yang dipecat.
Bagi pelatih Frankfurt, Niko Kovac, kesuksesan merebut Piala Jerman menjadi kado perpisahan yang manis. Musim depan Kovac akan mengisi tempat yang ditinggalkan Heynckes setelah dirinya menandatangani kontrak selama tiga tahun dengan Muenchen.
"Saya merasa berterima kasih dengan seluruh dukungan yang diberikan kepada kami. Saya senang dengan gelar juara ini, tapi saya sedih karena harus pergi meninggalkan Frankfurt," ucap Kovac. )AFP/R-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved