Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TIDAK mudah bagi siapa pun untuk selalu berada di bawah bayang-bayang orang lain, termasuk ayah kandung. Hal itu dialami kiper tim nasional Denmark, Kasper Schmeichel. Ya, Kasper merupakan anak Peter Schmeichel, salah satu kiper terbaik yang pernah ada di dunia. Schmeichel senior merupakan kiper jempolan di era 1990-an.
Di eranya, Peter menjadi kiper yang paling sulit ditundukkan para pemain depan. Setiap lawan seperti menemui tembok kukuh untuk menembus gawang yang dikawal Peter. Puncak karier Peter ialah saat mengawal gawang Manchester United. Selama sembilan musim bermain untuk Manchester United sejak 1991, Peter Schmeichel meraih catatan 15 gelar, termasuk gelar Liga Champions 1991.
Kasper memang mengikuti jejak ayahnya menjadi kiper. Namun, karier Schmeichel junior belum secemerlang ayahnya. Ia kalah bersaing untuk mendapatkan tempat utama di Manchester City di awal karier. Ia lebih banyak dipinjamkan ke tim-tim gurem semacam Bury atau Darlinton.
Kombinasi pelik yang membuatnya kariernya stagnan di City membuatnya lantas memilih jalan lebih terjal dengan bergabung Notts County pada 2009 dan hengkang ke Leeds United pada 2011. Bersama dengan Leeds, Kasper mampu menunjukkan kelas sebagai salah satu kiper terbaik di Inggris.
"Anda tampil semakin bagus, tapi Anda tidak akan sehebat ayah Anda', kata-kata itu yang selalu saya dengar selama 15 tahun karier saya. Rasanya melelahkan untuk selalu dibanding-bandingkan," ujar Kasper.
Keajaiban akhirnya datang kepada Kasper pada musim 2015/2016. Namanya melambung karena membawa tim 'kuda hitam' Leicester City menjuarai Liga Primer Inggris. Prestasi tersebut membuatnya berada di puncak karier.
Keajaiban Kasper lantas menular ke timnas Denmark. Ia menjadi salah satu pemain kunci yang bisa membawa tim ‘Dinamit’, julukan timnas Denmark, lolos ke putaran final Piala Dunia 2018 dengan mengalahkan Irlandia melalui babak play-off zona Eropa dengan agregat kemenangan telak 5-1. "Tentu saja saya senang Denmark bisa lolos ke Rusia," ungkap Kasper. (FIFA/Goal/Sat/R-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved