Age Hareide Ajang Pembuktian di Level Timnas

(FIFA/UEFA/Sat/R-1)
19/5/2018 00:00
Age Hareide Ajang Pembuktian di Level Timnas
(AFP PHOTO / Paul FAITH)

AGE Hareide dipercaya memimpin tim nasional Denmark sejak 2015. Ia menggantikan Morten Olsen yang sudah 15 tahun menduduki posisi tersebut. Keberadaan Hareide awalnya diragukan. Ia memang pelatih yang cukup sukses menangani klub, tapi tidak dengan tim nasional.

Di level klub Hareide memiliki prestasi unik. Ia satu-satunya pelatih yang pernah memenangi gelar kompetisi domestik di tiga negara berbeda di kawasan Skandinavia dengan merebut gelar juara di Liga Swedia bersama Helsingborg (1999) dan Malmoe (2014), di Denmark bersama Brondby (2001/2002), dan Norwegia kala melatih Rosenborg (2003).

Hal berbeda terjadi saat ia menukangi timnas. Saat ia menangani timnas Norwegia dari 2003-2008, prestasi Hareide terbilang buruk. Tidak ada satu pun pencapaian mengejutkan yang didapatkan skuat asuhan Hareide dalam kurun tersebut. Ia mundur setelah mengawali kualifikasi Piala Eropa 2010.

Akan tetapi, peruntungannya berubah di negeri orang. Ia mencatatkan tinta emas dalam kariernya dengan membawa Denmark ke Piala Dunia 2018, prestasi terbaiknya sebagai pelatih di level timnas.  

Tim ‘Dinamit’, julukan Denmark, lolos ke putaran final di Rusia seusai menaklukkan Irlandia di babak play-off, November 2017. Ia menaklukkan sahabat sekaligus rekannya semasa masih mengejar karier sebagai pesepak bola di Inggris, Martin O'Neill, yang menukangi Irlandia. Denmark menang dengan agregat telak 5-1.

"Saya memiliki waktu kebersamaan dengan Age. Dia karakter yang luar biasa. Saat itu tidak bisa bagi pemain asing datang ke sepak bola Inggris, terlalu jauh untuk melakukan kesuksesan. Namun, pria asal Skandinavia melakukannya dengan baik," tutur O'Neill.
Hareide pernah belajar menjadi akuntan pajak sebelum memutuskan menjadi pemain sepak bola profesional. Haraide pernah bermain sebagai bek dan tampil menjanjikan bersama Molde.

Ia lantas hijrah ke Inggris pada 1981 untuk memperkuat Manchester City dan Norwich City. Haraide pulang ke Molde hanya tiga tahun berselang dan memulai kariernya sebagai pelatih di sana.

"Saya lebih memilih menjaga hal simpel. Memberikan kepercayaan ialah kuncinya. Saya merasa karena percaya dalam diri Anda sendiri tidak menciptakan ketakutan untuk kalah. Jadi, penting bagi setiap pemain untuk menunjukkan penampilan terbaik," kata Hareide. (FIFA/UEFA/Sat/R-1)

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya