Didier Deschamps Jati Diri Deschamps

(guardians/FIFA/Sat/R-1)
16/5/2018 01:15
Didier Deschamps Jati Diri Deschamps
(AFP PHOTO / FRANCK FIFE)

JATI diri Didier Deschamps ialah seorang pemimpin. Ketegasannya berbuah ban kapten di timnas Prancis saat masih aktif menjadi pesepak bola. Hasilnya, ia memimpin Les Bleus menyabet dua gelar prestisius, Piala Dunia 1998 dan Euro 2000.

"Anda tidak dapat bangun dan berkata, 'Saya akan menjadi seorang pemimpin'. Saya pikir itu ialah sesuatu yang ada dalam diri Anda. Kepribadian itu akan datang secara alami dan berkembang dipengaruhi orang-orang di sekitar Anda," kata Deschamps.

Sikapnya yang tegas dan lugas menular pada gayanya melatih. Deschamps tidak ragu-ragu untuk memberi sanksi kepada pemainnya jika melakukan kesalahan, tidak peduli kepada pemain berstatus bintang.

Penyerang utama Real Madrid, Karim Benzema, menjadi salah satu korbannya.  Benzema terjerat skandal pemerasaan kepada rekan setimnya di timnas Prancis Mathieu Valbuena pada 2015. Deschamps memiliki komitmen untuk tidak memasukkan Benzema dalam timnas Prancis.

Pelatih 49 tahun ini bergeming meski banyak pihak mengkritiknya. Ia pun seperti tutup mata walaupun Benzema menunjukkan prestasi yang luar biasa bersama Los Blancos. "Apakah kalian berencana mengajukan pertanyaan yang sama di setiap pertandingan? Saya tidak jengkel tapi ini membosankan. Pemain yang saya percaya setidaknya pantas untuk dihargai," kata Deschamps pada akhir 2017.

Sisi positifnya, Deschamps mampu merekatkan kepercayan diri timnas Prancis yang dilanda konflik internal. Piala Dunia 2010 menjadi preseden buruk bagi Prancis seusai gagal lolos ke babak gugur. Perpecahan hubungan antara pelatih Raymond Domenech dan Nicolas Anelka menjalar ke pemain lain. Laurent Blanc yang menjadi suksesor Domenech juga tidak tuntas mengatasi friksi-friksi dalam tim.

Namun, sejak ditangani Deschamps pada 2012, Prancis terus berbenah. Pelatih kelahiran juga piawai memotivasi pemainnya. Inspirasinya sebagai pelatih ialah Aime Jacquet dan Marcello Lippi. Namun, ia menolak disamakan dengan keduanya.

"Saya tidak mengambil apa pun dari mereka. Semua yang anda lakukan harus sejalan dengan ide anda. Anda tidak dapat melatih hari ini seperti halnya saat saya masih bermain," tutupnya. (guardians/FIFA/Sat/R-1)

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya