Antoine Griezmann Pemimpin di Lini Serang

(AFP/Marca/Sat/R-1)
16/5/2018 01:00
Antoine Griezmann Pemimpin di Lini Serang
(AFP PHOTO / GABRIEL BOUYS)

ANTOINE Griezmann didapuk sebagai pemain terbaik pada Euro 2016 dengan label sebagai penyerang tersubur. Enam gol lahir dari kakinya kala itu. Jauh lebih produktif dari rekan setimnya, Oliver Giroud atau bintang Portugal Cristiano Ronaldo.

Berkaca akan hal itu, tidak muluk-muluk jika ia terus diharapkan membawa Les Bleus menapaki kejayaan di turnamen berkelas. Piala Dunia 2018 akan menjadi kesempatan kesekian kali Griezmann untuk meraih sukses. Kali ini ia akan ditopang bakat-bakat muda seperti Kylian Mbappe atau Ousmane Dembele.

Akan tetapi, naluri sepak bola Griezmann sejatinya bukan ditularkan orang tuanya. Ayahnya, Alain Griezmann merupakan politikus dan ibunya, Isabelle, hanya pekerja di salah satu rumah sakit di Prancis.

Naluri itu mengalir dari sang kakek, Antonio Amaro Lopes. Pria Portugal yang merupakan bek kenamaan untuk klub Paco de Ferreira yang berkompetisi di level tertinggi di negara tersebut. Amaro dan sang istri memilih meninggalkan tanah airnya pada 1957 untuk menghindari pemerintahan diktaktor Antonio de Oliveira Salazar di Portugal.

Griezmann kecil menjalani kariernya dengan jalan yang tidak mudah. Ia ditolak saat mencoba masuk akademi Lyon dan dua kali di Metz. Alasannya, postur badannya yang mungil. Ia lantas memulai karier sepak bola di klub lokal di Kota Macon (70 kilometer dari Lyon) karena koneksi ayahnya. Akan tetapi, Griezmann terus berlatih dan tak patah arang.

Usahanya berbuah manis pada usia 14 tahun. Aksinya di laga persahabatan dengan akademi muda Paris Saint-Germain (PSG) menarik perhatian Real Sociedad untuk memboyongnya ke Spanyol. Ia menjalani masa percobaan selama sepekan dan diterima.

Kariernya di Spanyol semakin bersinar sehingga mampu menembus skuat tim utama Sociedad. Pada 2014, potensi Griezmann tercium Atletico Madrid dan akhirnya diboyong klub ibu kota Spanyol itu. Performanya tidak selalu di atas, tapi pelatih timnas Prancis Didier Deschamps tak pernah risau.

"Jika Anda mempertanyakan Griezmann, itu tidak rasional. Kemungkinan ia tidak tajam, tidak mencetak banyak gol, itu dapat terjadi padanya dengan alasan berbeda. Saya rasa itu wajar. Griezmann ialah pemimpin lini serang kami," tutur Deschamps. (AFP/Marca/Sat/R-1)

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya