Nerazzurri Menggali Kuburan Sendiri

Satria Sakti Utama
14/5/2018 00:15
Nerazzurri Menggali Kuburan Sendiri
(AFP)

BARANG siapa menggali lubang, ia sendiri terperosok ke dalamnya. Peribahasa itu sepertinya cocok disematkan untuk Inter Milan. Betapa tidak?

Alih-alih menuai kemenangan besar seperti ditargetkan, Nerazzurri harus menelan malu seusai dikalahkan tim semenjana, Sassuolo 1-2, kemarin dini hari WIB. Saat menjamu Sassuolo di Giuseppe Meazza, La Beneamata--julukan lain Inter--memang menargetkan kemenangan besar. Tujuannya, agar mereka dapat bersaing dengan Lazio jika perebutan satu tiket Liga Champions harus ditentukan dengan perhitungan perbedaan gol.

Sayangnya, skenario tersebut justru menjadi bumerang. Sassuolo menunjukkan performa lebih baik dan menutup pertandingan dengan skor 2-1.

"Mereka memotivasi kami. Pemberitaan yang ada merupakan bentuk kurangnya rasa menghargai. Apa pun yang tertulis, mereka telah termakan atas kata-kata mereka sendiri," sebut pelatih Sassuolo, Beppe Iachini, selepas laga.

I Neroverdi--julukan Sassuolo--bahkan sempat memimpin dua gol terlebih dahulu. Matteo Politano membuka skor kemenangan timnya di menit ke-25. Sementara itu, gol kedua disumbangkan Domenico Berardi pada menit ke-72. Skuat asuhan Luciano Spalletti baru memperkecil ketertinggalan 10 menit sebelum laga berakhir yang dicetak gelandang Brasil, Rafinha.

Kekalahan tersebut membuat Inter Milan terancam kehilangan tiket Liga Champions. Spalletti pun menyebut anak didiknya mengalami frustrasi.

"Tidak terlalu baik karena ini kekalahan yang sulit. Pemain sangat khawatir dan jengkel di ruangan ganti sebagai bentuk mereka sangat peduli," ujar eks pelatih Roma tersebut.

 

Dilema Zidane

Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, mengaku bingung memilih 11 pemain yang akan dia turunkan di final Liga Champions melawan Liverpool pada Minggu (27/5). Sebabnya, semua pemainnya kini dalam kondisi prima dan siap diturunkan.

Gareth Bale dan Isco yang diturunkan kala menjamu Celta Vigo pada Minggu (13/5) dini hari bermain apik. Pertandingan pun berakhir dengan skor 6-0.

Bale mencetak dua dari enam gol Los Blancos dalam laga di Santiago Bernabeu tersebut. Sementara itu, Isco menyumbang satu gol dan satu assist.

"Lebih baik untuk memiliki semua orang dalam kondisi terbaik. Kemudian itu akan membuat sakit kepala untuk memilih tim pada pertandingan final," kata Zidane seusai pertandingan.

Bale belakangan ini bukan menjadi pilihan utama di saat pertandingan penting. Ia hanya bermain di pertandingan-pertandingan di kompetisi domestik. Namun, dua golnya ke gawang Celta Vigo bisa mengubah rencana Zidane.

"Kami punya pertandingan yang luar biasa dan itu penting. Kami sangat profesional, mencetak enam gol, dan banyak memainkan sepak bola. Khusus Bale, dia sangat baik, dia menunjukkannya."

Di sisi lain, Atletico Madrid hanya membutuhkan satu poin pada laga terakhir La Liga pekan depan untuk mengunci posisi kedua klasemen. Itu berarti Atletico akan finis di atas rival sekota Real Madrid setelah terakhir melakukannya pada musim 2013/2014.

Pada laga pekan ke-37, tim asuhan Diego Simeone sukses menang tipis 1-0 dalam lawatan ke kandang Getafe di Stadion Alfonso Perez, Minggu (13/5). Kemenangan ini membuat jarak tiga poin antara kedua tim terus terjaga. Atletico Madrid saat ini mengoleksi 78 poin, sedangkan Madrid 75 poin.   (Marca/footballitalia/R-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya