Spesialis Tim Benua Hitam

Berbagai sumber/Sat/R-1
13/5/2018 23:45
Spesialis Tim Benua Hitam
(AFP)

PERUNTUNGAN pelatih asal Prancis Herve Renard selalu buruk jika ia harus menangani klub. Bahkan, tidak jarang kariernya hanya bertahan dalam hitungan bulan. Terakhir ia dipecat klub Liga Prancis, Lille, setelah baru enam bulan memimpin dan hanya meraih 13 poin dari 13 pertandingan.

Akan tetapi, nasibnya berubah 180 derajat ketika menakhodai tim nasional, khususnya di negara-negara Afrika. Ia pun disebut sebagai salah satu pelatih paling bersinar di daratan 'Benua Hitam'. Pelatih kelahiran Aix-les-Bains ini menjumpai kesuksesan perdananya pada 2012.

Kala itu Renard sukses mencatatkan tinta emas bagi timnas Zambia saat menjuarai Piala Afrika 2012 di Gabon dan Guinea Khatulistiwa. Gelar tersebut merupakan piala bergengsi pertama yang diraih skuat Chipolopolo, julukan Zambia, dalam sejarah.

Tiga tahun berselang, kesuksesan yang sama juga dituai pelatih 49 tahun tersebut. Namun, bedanya, Renard telah duduk di kursi kepelatihan Pantai Gading ketika menyabet gelar Piala Afrika 2015. Ia pun menjadi pelatih pertama yang meraih dua Piala Afrika dengan dua tim berbeda sepanjang sejarah.

Sihir Renard kembali menemui hasil luar biasa. Kali ini yang mendapatkan 'durian runtuh' ialah Maroko. Renard menyulap Maroko menjadi tim paling kompetitif dengan generasi terbaik dalam dua dekade terakhir. Hasilnya, tim berjuluk 'Singa Atlas' ini kembali mencicipi ajang tertinggi sepak bola, Piala Dunia.

Keberhasilan Renard pun mendapatkan banyak apresiasi, tidak terkecuali dari Raja Maroko, Mohammed VI. "Saya berterima kasih kepada Yang Mulia (Raja Maraoko) telah memanggil saya. Ini merupakan penghargaan yang luar biasa," tutur Renard.

Selain itu, Renard juga dinobatkan sebagai pelatih dengan bayaran termahal se-Afrika saat ini. Eks pelatih klub Vietnam, Song Da Nam Dinh, ini mendapatkan gaji 600 ribu dirham Maroko atau senilai hampir Rp900 juta per bulan.

"Kami tidak tertekan. Ini suatu kebanggaan untuk dapat berpartisipasi dalam Piala Dunia dan kami sudah ingin segera melakukannya meskipun tidak akan mudah. Ini mimpi yang menjadi kenyataan," imbuhnya.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya