Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
URUGUAY ialah dua kali pemegang gelar Piala Dunia walaupun sejarah besar tersebut telah usang. Negara yang diapit dua kekuatan lain sepak bola, Brasil dan Argentina, itu terakhir mengangkat trofi pada 1950 atau hampir enam dekade yang lalu. Sementara itu, gelar pertama diraih saat Piala Dunia pertama pada 1930.
Tim berjuluk La Celeste tersebut merupakan negara terkecil yang pernah memenangi Piala Dunia. Mereka juga negara terkecil di keanggotaan Konfederasi Sepak bola Amerika Selatan (Conmebol). Meskipun negara kecil dan sudah lama tidak berprestasi di level tertinggi, Uruguay tetap dilabeli sebagai tim unggulan. Skuat Oscar Tabarez itu percaya diri melenggang ke ajang Piala Dunia 2018 dengan bermodal beberapa pemain kelas dunia.
Sebut saja Luis Suarez, Edinson Cavani, dan kapten Atletico Madrid, Diego Godin. "Ada negara dengan pesepak bola lebih banyak daripada penduduknya," kata Tabarez mendefinisikan timnya. Uruguay tergabung di Grup A bersama dengan Mesir, Arab Saudi, dan tuan rumah Rusia. Prediksi menyebutkan Fernando Muslera dan kawan-kawan akan melalui babak penyisihan grup dengan mudah.
Peremajaan lini tengah
Setahun lalu kondisi timnas Uruguay bisa dikatakan berantakan. Menelan tiga kekalahan beruntun dari Cile, Brasil, dan Peru di kualifikasi Zona Amerika Latin membuat mereka sempat terancam gagal lolos ke putaran final. Pokok permasalahannya terjadi di lini tengah. Gelandang-gelandang Uruguay saat itu gagal menunjukkan kreativitas dan lemah dalam membantu pertahanan. Hal itu membuat Tabarez sempat naik pitam.
Pelatih berusia 71 tahun pun melakukan perombakan besar. Pemanggilan sejumlah pemain muda menjadi jalan keluar yang dipilih. Gelandang Inter Milan, Matias Vecino, pemain sayap Boca Junior Nahitan Nandez, dan pemain muda Juventus Rodrigo Bentancur masuk skuat.
Hasilnya sangat positif karena Uruguay sukses mengamankan 8 dari 12 poin maksimal di sisa empat laga kualifikasi. Mereka pun lolos ke Rusia sebagai runner-up dengan 31 poin. "Tujuan saya ialah memiliki 23 pemain dengan aset yang berbeda, bahkan jika mereka bermain di posisi yang sama karena kami bekerja dengan pemikiran untuk Piala Dunia. Kami tidak dapat berpikir kami punya tim yang bagus dan tidak peduli dengan calon lawan kami," tutur Tabarez.
Vecino kini menjadi salah satu pemain kunci yang dimiliki Uruguay saat ini. Ia bahkan dinilai memiliki ide bermain menyerupai gelandang Sergio Busquets dan Toni Kroos. "Saya tidak tahu jika saya sama dengan pemain lain, tapi saya melihat dan belajar dari mereka. Keduanya kuat, tapi penguasaan bola, cara mereka membaca permainan dengan baik dan berada di posisi yang benar," jelas Vecino.
Dengan sejumlah peremajaan di lini kedua, Uruguay terbilang memiliki skuat yang sangat komplet. Lini depan tajam dengan duet Edinson Cavani serta Luis Suarez. Di barisan belakang, ada tembok pertahanan tebal karena dikomandoi Diego Godin. Sementara itu, lini tengah mumpuni berkat Vecino dan Bentancur. (FIFA/ESPN/SkySport/R-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved