Pengangkat Pamor Tim Medioker

(FIFA/Sat/R-1)
09/5/2018 05:45
Pengangkat Pamor Tim Medioker
(AFP PHOTO / PIUS UTOMI EKPEI)

HECTOR Cuper memenuhi takdirnya sebagai pelatih yang mampu mengangkat pamor tim-tim medioker. Mesir menjadi tim terakhir yang merasakan sentuhan tangan dingin pelatih 62 tahun itu. The Pharaohs, julukan Mesir, sukses dibawa Cuper lolos ke putaran final Piala Dunia 2018 setelah 28 tahun absen.

Sejak memulai karier sebagai pelatih pada 1993, Cuper sudah menunjukkan gen sebagai pelatih hebat. Pelatih asal Argentina itu mengawali perjalanan karier kepelatihannya di kompetisi domestik Argentina dengan menukangi Huracan dan Lanus.

Hasilnya, kedua tim tersebut mampu merepotkan tim elite seperti River Plate dan Boca Juniors. Puncaknya pada 1994, Huracan mampu menembus papan atas dengan finis di posisi runner up dan selang dua tahun kemudian dia membawa Lanus menjuarai Piala Conmebol.

Di Eropa, Cuper juga mampu mengubah tim-tim semenjana menjadi momok. Sebut saja dua tim Spanyol, Real Mallorca dan Valencia, Mallorca dibawa Cuper menembus final Copa del Rey 1998 dan Piala Winner 1999.

Adapun Valencia dibawa dua kali ke laga puncak Liga Champions 2000 dan 2001. Sayang, di final Liga Champions itu, Cuper gagal membawa timnya menjadi pemenang.

Nama Cuper meredup setelah memutuskan hijrah ke Italia pada 2001. Bersama Inter Milan, ia gagal memenuhi ekspektasi menjuarai Serie A Italia dan dipecat pada 2003.

Kini, setelah 15 tahun namanya tenggelam, pamor Cuper kembali mencuat bersama timnas Mesir. Cuper berharap kejayaannya bisa kembali sekaligus memenuhi harapan jutaan masyarakat Mesir.

"Masyarakat Mesir sangat antusias. Sekarang mereka berharap kami lolos dari fase grup. Kami akan mencoba walaupun itu tidak akan mudah," tutur Cuper. 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya