Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KETAKUTAN Liverpool bakal mengalami nasib seperti Barcelona di Stadion Olimpico, kandang AS Roma, tak menjadi kenyataan. Walau harus menelan kekalahan 2-4 di leg kedua semifinal Liga Champions, dini hari kemarin, 'si Merah' tetap melangkah ke final.
Liverpool lolos ke laga puncak dengan kemenangan 7-6 setelah di leg pertama menang 5-2 pekan lalu. Di final Mohamed Salah akan menantang Real Madrid di Stadion Olimpiade, Kiev, Ukraina, Minggu (27/5).
Walau laga puncak baru berlangsung dua pekan mendatang, pelatih Liverpool Juergen Klopp telah mengibarkan bendera perang dan menlancarkan perang urat saraf kepada Real Madrid.
"Jika berbicara pengalaman, mereka (Madrid) lebih pengalaman di partai final. Namun, kami akan sangat berapi-api. Anda bisa membayangkan itu," tutur mantan pelatih Borussia Dortmund tersebut.
Klopp memang pantas memiliki keyakinan tinggi pasukannya bisa menandingi Cristiano Ronaldo dkk. Liverpool musim ini memang tampil impresif, terutama barisan depan yang diisi trio Firmino, Mohamed Salah, dan Sadio Mane.
Kombinasi trisula lini depan andalan Klopp tersebut telah menghasilkan 29 gol di pentas Liga Champions Eropa musim ini. Firmino dan Salah masing-masing mencetak 10 gol, sedangkan Mane menambah 9 gol.
Rekor itu telah melewati catatan gol trio Madrid Karim Benzema, Gareth Bale, Ronaldo pada musim 2013/2014 dengan mencetak 28 gol. Musim ini trio BBC menyumbang 20 dari 30 gol Madrid di Liga Champions. Ronaldo menyumbang 15 gol, Benzema 4, dan Bale 1.
Moncernya penampilan Liverpool musim ini menjadi kesempatan emas bagi Klopp untuk kali pertama merasakan nikmatnya menggenggam trofi Liga Champions. Pada 2013 Klopp membawa Dortmund ke final. Namun, mereka kalah 1-2 dari Bayern Muenchen.
"Menuju final sangatlah menyenangkan. Saya pernah melakukannya, tapi memenanginya akan lebih menyenangkan," ungkap Klopp.
Terlalu gagap
Pelatih Roma Eusebio di Francesco menyebut timnya tampil gagap saat menangkis serangan Liverpool. Secara spesifik, pelatih 48 tahun tersebut menyoroti performa buruk anak asuhnya di babak pertama. AS Roma tertinggal 1-2 hingga babak pertama berakhir karena buruknya konsentrasi di sektor pertahanan.
Dua gol dari Sadio Mane di menit ke-9 dan Georginio Wijnaldum (25') hanya bisa dibalas AS Roma melalui gol bunuh diri pemain Liverpool, James Milner (15'). Performa AS Roma baru membaik di babak kedua dengan mencetak tiga gol melalui Edin Dzeko (52') dan Radja Nainggolan (86', 93'). Namun, tiga gol itu tidak cukup untuk mengantar AS Roma mencapai final untuk pertama kali dalam 34 tahun.
"Saya memiliki kekecewaan karena tim seharusnya bisa tampil lebih percaya diri. Kami dapat mencetak lebih banyak gol dan lebih menekan Liverpool," beber Di Francesco.
Presiden AS Roma James Pallotta meluapkan kekecewaan dengan menyebut laga itu memalukan. Ia menyatakan hal itu terkait dengan keputusan wasit Damir Skomina yang tidak memberikan dua penalti kepada AS Roma menyusul pelanggaran pemain Liverpool di kotak terlarang.
"Sudah jelas video assistant referee (VAR) sangat diperlukan di Liga Champions karena Anda tidak dapat membiarkan hal seperti ini terjadi. Wasit punya keterbatasan, tapi sangat memalukan ketika kami kalah dengan cara seperti ini," ujar Pallotta.
(AFP/Goal/R-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved