Kesempatan Terakhir Garuda Muda Unjuk Gigi

Satria Sakti Utama
03/5/2018 06:15
Kesempatan Terakhir Garuda Muda Unjuk Gigi
(MI/Rommy)

DUEL hidup mati harus dilakoni tim nasional Indonesia U-23 pada laga terakhir Anniversary Cup 2018 dengan melawan Uzbekistan di Stadion Pakansari, malam ini. Laga nanti menjadi penting bagi 'Garuda Muda' untuk mengejar tripoin agar tidak finis sebagai juru kunci.

Hingga laga kedua Indonesia baru mampu mencuri satu poin saja dari hasil imbang 0-0 dengan Korea Utara pada Senin (30/4).

Itu sebabnya pelatih timnas Luis Milla Aspas menyiapkan strategi khusus untuk mengatasi juara Piala AFC U-22 tersebut. Febri Hariyadi dkk diinstruksikan memperkuat pertahanan, khususnya di area tengah.

Peran aktif pemain di posisi gelandang diperlukan untuk mematahkan upaya pasukan 'Serigala Putih'--julukan Uzbekistan-- melakukan through pass. Strategi tersebut dikombinasikan dengan serangan balik cepat yang memanfaatkan dua pemain di posisi sayap.

"Fokus kami ialah memperketat organisasi di lini tengah karena lawan sangat berbeda dengan Korea Utara kemarin. Mereka tidak bermain pressing ketat, tapi memiliki teknik dan kombinasi permainan yang sangat membahayakan di area pertahanan," tutur asisten pelatih timnas, Bima Sakti, di Jakarta, kemarin.

Problem yang masih mengakar di skuat 'Garuda Muda'--julukan Indonesia--ialah minimnya kontribusi lini depan. Dari dua pertandingan yang telah dijalani, belum ada satu pun gol tercipta. Padahal, Milla sudah menjajal dua penyerang berbeda, Lerby Eliandry dan Ilija Spasojevic.

Bima mengaku tim kepelatihan memberikan perhatian khusus pada kelemahan tersebut. Latihan khusus untuk memaksimalkan peluang pun sudah dilakukan.

"Mungkin masalah koordinasi. Pemain sayap sangat cepat dan timing penyerang harus pas. Kapan harus masuk ke kotak penalti khususnya di tiang terdepan," imbuhnya.

Seteru berat
Deja vu seperti terulang ketika pengundian Piala AFF 2018 di Hotel Mulia Jakarta, kemarin. Seperti dua tahun lalu, timnas akan kembali bersua Filipina, Singapura, dan Thailand di babak penyisihan Grup B. Yang membedakan ialah hadirnya satu slot peserta tambahan yang diperuntukkan pemenang babak kualifikasi antara Timor Leste dan Brunei Darussalam.

Pertemuan melawan Thailand yang paling disorot. Sebabnya, the War Elephants selalu menjadi momok bagi Indonesia di partai-partai krusial. Dalam tiga kali pertemuan kedua tim di babak puncak Piala AFF, Indonesia selalu saja kalah. Yang terbaru ialah kekalahan pada pertandingan final 2016 lalu. Kala itu skuat 'Garuda' menyerah dengan agregat 2-3.

"Menurut saya, ini grup yang berat. Maka kita harus mempersiapkan diri dengan lebih baik lagi. Asian Games akan menjadi fase penting bagi kita jelang Piala AFF nanti. Kita tergabung dengan Thailand sebagai juara bertahan dan semoga kami lolos ke fase berikutnya," kata Bima .

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI Ratu Tisha Destria menyebut timnas 'Garuda' tidak akan menggunakan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta. Hal ini disebabkan untuk pembukaan dan penutupan Asian Games 2018, rumput SUGBK akan diangkat. Opsi lain yang mungkin digunakan PSSI sebagai kandang ialah Stadion Pakansari Kabupaten Bogor atau Stadion Patriot Bekasi.

(R-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya