Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TONGGAK karier kepelatihan Zinedine Zidane dimulai sejak 4 Januari 2016 saat menerima tantangan untuk menangani Real Madrid demi menggantikan Rafael Benitez. Ia menerima tugas berat menjadi pelatih klub raksasa Spanyol itu selama 2,5 tahun.
Walau sejak 2014 Zidane menjadi pelatih Madrid Castilla alias Real Madrid B, banyak yang meragukan kemampuan Zidane untuk menangani tim sebesar Los Blancos. Keraguan itu langsung dijawab Zidane dengan kemenangan 5-0 atas Deportivo la Coruna dalam debutnya sebagai pelatih Madrid, lima hari setelah menandatangani kontrak.
Setelah itu, Zidane makin menunjukkan kegeniusan sebagai peracik taktik. Trofi La Liga 2016-17, Piala Super Spanyol (2017), Liga Champions (2016, 2017), Piala Super Eropa (2016, 2017), serta Piala Dunia Antarklub (2016, 2017) menjadi koleksi gelar yang diraih mantan kapten timnas Prancis itu sejak dipercaya menangani Real Madrid.
Persembahan gelar Zidane untuk Los Blancos bisa bertambah seusai final Liga Champions, 26 Mei di Stadion Olimpiade, Kiev, Ukraina. Di final, Madrid akan menghadapi Liverpool atau AS Roma.
Zidane kini menyamai pencapaian Marcello Lippi yang membawa Juventus mencapai final Liga Champions tiga tahun beruntun sejak 1996 hingga 1998. Dari tiga kesempatan tersebut, Lippi hanya membawa Juventus menjadi juara pada 1996.
Sementara itu, Zizou, panggilan Zidane, mampu membawa Madrid menjadi juara dua tahun terakhir. Jika mampu mengangkat trofi juara di Kiev akhir Mei, Zidane akan mencetak rekor sebagai pelatih pertama yang mampu membawa timnya mencetak hattrick juara Liga Champions.
Sejauh ini hanya Bob Paisley dan Carlo Ancelotti yang pernah membawa tim asuhannya juara tiga kali di Liga Champions. Namun, keduanya tidak melakukannya secara beruntun. Paisley membawa Liverpool juara pada 1977, 1978, dan 1981). Sementara itu, Ancelotti meraih juara bersama AC Milan (2003, 2007) dan Real Madrid (2014).
Zidane menyebut lolosnya Madrid ke final untuk yang ketiga kali secara beruntun bukan hal yang normal. "Namun, kini kami telah mencapainya (final) dan kami akan berusaha memenangi. Kami akan bertarung untuk mempertahankan gelar," jelas Zidane.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved