Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PESONA Mohamed Salah musim ini sangatlah cemerlang. Bukan hanya soal kepiawaiannya mencetak gol, melainkan juga peran krusialnya yang selalu membawa aura positif dalam tim Liverpool.
Bahkan, bos Liverpool Jurgen Klopp sempat dicibir karena menarik keluar Salah di 20 menit akhir laga kontra AS Roma pada babak semifinal Liga Champions Eropa, kemarin dini hari. Tanpa Salah, determinasi the Kop, julukan Liverpool, langsung hilang dan Roma mencetak dua gol tandang di menit-menit akhir. Skor pun berakhir dengan angka 5-2.
"Jika setiap orang ingin mengatakan bahwa kebobolan dua gol karena mengganti penyerang merupakan kesalahan saya, saya tidak masalah soal itu. Dia terus berlari dan saya tidak ingin ia cedera," tutur pelatih asal Jerman itu.
Klopp memang perlu melindungi pemain andalannya itu. Salah saat ini merupakan kartu as Liverpool untuk bisa kembali menjadi yang terbaik di Eropa setelah terakhir meraihnya pada 2005.
Harapan besar Klopp dan pendukung Liverpool terhadap Salah memang sangat beralasan. Musim ini, Salah menjadi pemain yang paling menyedot perhatian.
Bahkan, Salah kini menjadi pesaing serius Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi untuk menjadi pemain terbaik Eropa. Saat ini, Salah telah menorehkan 43 gol untuk Liverpool di semua kompetisi. Jumlah tersebut unggul 1 gol dari Ronaldo dan 3 gol dari Messi. Bukan tidak mungkin, Salah bisa menjadi pesepak bola tersubur di Eropa musim ini
Sinar berkilau Salah bersama Liverpool musim ini membuat AS Roma pantas menyesali keputusan mereka melepas striker berusia 25 tahun itu musim lalu. Il Lupi, julukan Roma, menjual striker timnas Mesir itu dengan mahar Rp720 miliar pada awal musim.
Harga Salah jauh lebih murah dari nilai penjualan Neymar dari Barcelona ke PSG atau Philippe Coutinho dari Liverpool ke Barcelona. Namun, jika dibandingkan dengan Neymar dan Coutinho, Salah punya peran jauh lebih signifikan bagi timnya.
Direktur Olahraga Roma Monchi menyebut aturan UEFA yang membuat timnya terpaksa melego Salah. Neraca keuangan yang menyalahi aturan membuat Roma mau tidak mau melepas Salah untuk lolos akreditasi Liga Champions. "Benar, saya telah menjual Salah, tapi UEFA yang memaksa kami melakukannya. Jika tidak, kami tidak bisa sampai di sini," tutur Monchi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved