Dua Raksasa Berburu Sejarah

Nurul Fadillah
25/4/2018 05:45
Dua Raksasa Berburu Sejarah
( AFP PHOTO / FRANCK FIFE)

BENTROK dua tim yang memang punya habitat di Liga Champions, Bayern Muenchen dengan Real Madrid, memang selalu menyedot perhatian. Apalagi masing-masing punya ambisi.  Los Blancos berambisi menjadi tim pertama yang membuat hattrick (juara tiga kali beruntun) di Liga Champions era modern. Di sisi lain, Muenchen bercita-cita menjadi tim pertama Jerman yang membuat trebble winners (merebut tiga gelar dalam satu musim) sebanyak dua kali. Tidak mengherankan jika sebagian orang  menyebut duel kedua tim pada semifinal Liga Champions sebagai final dini.

Sebagai tuan rumah laga leg pertama semifinal dini hari nanti, Muenchen di atas kertas tentu lebih diuntungkan karena mereka akan mendapat dukungan penuh dari para suporter di Allianz Arena. Meski begitu, arsitek Die Roten Jupp Heynckes tidak sepenuhnya setuju dengan pendapat tersebut. Menurutnya, hal yang paling menentukan kemenangan pada laga nanti ialah mental bertanding.

“Hal paling penting sekarang ialah faktor psikologis. Sangat penting menyiapkan para pemain agar fokus menghadapi Real Madridu,” ujar Heynckes. “Bagaimanapun itu akan menjadi bentrokan dua raksasa dalam arti postif. Dua tim yang punya tradisi hebat di Eropa dan bermain dengan atraktif harus berjibaku. Sulit untuk menggambarkannya dari kedua sisi,” imbuhnya.

Senada, striker Muenchen Robert Lewandowski pun mengakui Madrid lebih layak diunggulkan. Meski begitu, bukan berarti mereka akan mudah mengalahkan Muenchen. “Ketika Anda memenangi Liga Champions dua musim beruntun, itu membuat Anda favorit. Akan tetapi, itu tidak menjadikan Anda lolos. Kami tahu mereka punya banyak pemain bagus yang mampu mencetak gol. Namun, kalau kami menjalankan permainan kami sendiri, Madrid mungkin akan mengalami masalah,” tegasnya.

Di sisi lain, Madrid datang ke Allianz Arena bukan tanpa modal. Fakta menunjukkan Los Blancos jauh mengungguli FC Hollywood. Terbukti dari sembilan pertemuan sebelumnya, Madrid hanya kalah di dua pertandingan.
“Kami harus optimistis. Kami harus memaksimalkan elemen positif kami dan fokus pada pertandingan,” tegas Zidane.

Gelar tersisa
Presiden Real Madrid Florentino Perez percaya timnya bisa kembali juara. Menurut Perez, timnya akan tampil mati-matian untuk meraih satu-satunya gelar yang tersisa musim ini. “Saya tahu menjadi juara tidak mudah. Namun, para pemain siap mengerahkan semuanya. Kami siap membuat sejarah lagi untuk klub ini.”

Dalam laga nanti, Madrid datang dengan kekuatan penuh. Kecuali Nacho, semua pemian siap diturunkan. Sebaliknya, Heynckes masih belum bisa menurunkan sejumlah pilarnya lantaran cedera. Mereka ialah Kingsley Coman, Arturo Vidal, dan kiper Manuel Neuer.
Terlepas dari semua fakta tersebut, tidak dimungkiri pula bahwa laga nanti  akan menjadi ajang pembalasan dendam bagi Die Bayern atas kekalahan di musim lalu. (AFP/Marca/R-2)

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya