Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MERAIH poin maksimal menjadi keharusan bagi PSMS Medan saat menjamu Perseru Serui di Stadion Teladan, Medan, malam ini. Selain membawa PSMS, yang kini menempati peringkat 17, keluar dari papan bawah klasemen sementara, kemenangan atas Perseru akan mengangkat moral Fredyan Wahyu dan kawan-kawan setelah kalah 1-4 di markas PSIS Semarang, Minggu (15/1).
Asisten Pelatih PSMS Medan Muhammad Yusuf Prasetyo mengakui pentingnya kemenangan dalam laga nanti. Untuk meraih itu, ‘Ayam Kinantan’, julukan PSMS, akan menerapkan strategi khusus untuk mengantisipasi kemungkinan permainan bertahan dan mengandalkan serangan balik yang akan diterapkan Perseru.
Menurutnya, duet striker Perseru Silvio Escobar Benitez dan Lukas Mandowen akan mendapat perhatian khusus. “Kami sudah pelajari permainan mereka melalui rekaman video. Kami akan main total demi mengamankan poin penuh, apalagi kali ini kami main di kandang,” katanya.
Namun, usaha PSMS untuk mendulang poin maksimal di depan pendukung mendapat kendala dengan kemungkinan absennya Wilfried Yessoh yang belum sepenuhnya fit setelah sakit. “Kami sudah menyiapkan pemain pengganti. Semua pemain yang kita miliki sama baiknya. Jadi, tak ada masalah bagi kami,” katanya.
Pelatih Perseru I Putu Gede mengakui PSMS tim bagus dan sulit dikalahkan, terlebih jika bermain di kandang. Hal itu terbukti saat PSMS menekuk Persija Jakarta 4-1 di Stadion Teladan, 6 April. “Kami menargetkan mencuri poin di kandang PSMS. Kami akan bermain fleksibel, tergantung situasi,” jelasnya.
Poin penuh juga menjadi bidikan PSIS saat menjamu Persija di Stadion Sultan Agung Bantul, Yogyakarta, sore ini. Target itu bukan hal mustahil dicapai jika dilihar dari penampilan PSIS di laga terakhir saat membekap PSMS 4-1. Walau optimistis meraih hasil maksimal, General Manajer PSIS menyebut Persija bukan lawan yang mudah. “Persija bukan tim jelek. Pelatih tentu sudah menyiapkan strategi untuk menghadapi pertandingan ini,” katanya.
Tambahan sponsor
Di sisi lain, Sriwijaya FC mendapatkan suntikan moral dengan masuknya PT Semen Baturaja Tbk sebagai sponsor. “Jumlahnya tidak perlu dibuka, tapi cukuplah. Kami lihat dulu prestasinya,” kata Rahmad Pribadi, Dirut PT Semen Baturaja. Pembina Sriwijaya FC yang juga Gubernur Sumatra Selatan Alex Noerdin mengungkapkan hal yang sama. “Mereka ingin lihat prestasi dulu. Kalau prestasi Sriwijaya FC bagus, dukungan nilai sponsor akan ditambah,” kata Alex Noerdin.
Sementara itu, kabar duka datang dari Malang, Jawa Timur. Dimas Dhuha Ramli, pendukung Arema FC yang menjadi korban kerusuhan penonton saat Arema menjamu Persib Bandung di Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu (15/4), meninggal dunia, Rabu (18/4). Dimas meninggal di RS Saiful Anwar, Malang, setelah mendapat perawatan selama tiga hari.
Karena mengetahui kabar adanya suporter yang meninggal dunia, manajemen Arema FC menyampaikan duka mendalam. “Kami turut berdukacita atas apa yang menimpa almarhum,” kata Media Officer Arema FC, Sudarmaji.
Kejadian itu membuat manajemen Arema FC ingin mengeksekusi gagasan lama, yakni menjaminkan penonton dengan asuransi. “Kami sedang mencari formula atau produk asuransi bagi penonton,” tutur General Manager Arema FC, Ruddy Widodo. (HT/DW/BN/R-
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved