Akhir Tragis si Nyonya Tua di Bernabeu

Satria Sakti Utama
13/4/2018 06:45
Akhir Tragis si Nyonya Tua di Bernabeu
(AFP PHOTO / CURTO DE LA TORRE)

NASIB tragis diterima Juventus di Santiago Bernabeu, kandang Real Madrid. Walau menang 3-1 di leg kedua perempat final Liga Champions, dini hari WIB kemarin, 'si Nyonya Tua' tetap harus menelan pil pahit.

Wasit Michael Oliver dituding menjadi biang keladi kegagalan Juventus. Keputusannya menunjuk titik penalti di injury time babak kedua yang dieksekusi dengan sempurna Cristiano Ronaldo memastikan akhir perjalanan Juventus di Liga Champions.

Jika saja Oliver tidak memberikan penalti dan skor tetap 3-0, nasib Juventus mungkin akan berbeda. Kemenangan 3-0 Juventus akan membuat laga diteruskan pada perpanjangan waktu karena Madrid di leg pertama juga menang dengan angka 3-0.

Kiper Juventus Gianluigi Buffon menyebut Oliver sebagai perusak impian Juventus. "Ini sangat kontroversial dan pertandingan tidak seharusnya dipimpin seseorang yang tidak memiliki perasaan dan kepribadian," jelas Buffon.

Kiper veteran Italia itu memang pantas berang. Sejak menit ke-60, 'si Nyonya Tua' berhasil memangkas defisit tiga gol yang tercipta di pertandingan pertama.

Kebangkitan Juventus diawali gol Mario Mandzukic saat laga baru berlangsung 76 detik. Di menit ke-37 striker Kroasia itu menggandakan keunggulan Juventus.

Pada menit ke-61, Juventus makin di atas angin setelah Blaise Matuidi kembali membuat gawang Madrid bergetar untuk mengubah skor menjadi 3-0. Namun, harapan Juventus untuk menjaga asa lolos ke semifinal buyar di menit ke-97.

Pelanggaran yang dilakukan bek Juventus Medhi Benatia terhadap winger Madrid Lucas Vazquez berbuah penalti. Ronaldo yang menjadi algojo sukses menjalankan tugas dan membuat laga berakhir 3-1 untuk Juventus. Madrid pun lolos dengan keunggulan agregat 4-3 dan menyusul Liverpool, AS Roma, serta Bayern Muenchen.

"Tim telah memberikan semua yang dimiliki, tapi seorang manusia tidak dapat merusak mimpi di akhir perlawanan luar biasa dengan situasi yang meragukan," tambah Buffon.

Kendati demikian, Buffon tetap memberikan pujian kepada Real Madrid atas kerja keras yang ditunjukkan. Ia menilai Real Madrid lebih pantas lolos seusai melakoni dua laga di babak perempat final.

"Madrid pantas lolos. Saya harap yang terbaik dan suatu kebanggaan bagi saya menghadapi klub ini. Namun, secara objektif, kami setidaknya pantas untuk berjuang hingga tambahan waktu," tutupnya.

Desakan penggunaan VAR
Keputusan wasit Michael Oliver yang memberikan penalti kepada Real Madrid langsung memunculkan desakan penggunaan video assistant referee (VAR) di Liga Champions. Presiden Juventus Andrea Agnelli meminta UEFA segera menggunakan VAR di Liga Champions.

"Wasit tidak mengerti apa-apa. Malam ini orang yang paling berbahagia dari semuanya seharusnya ialah dia," kata Agnelli.

Namun, Presiden UEFA Aleksander Ceferin menyatakan, pihaknya tidak akan terburu-buru untuk menerapkan VAR di kompetisi Eropa. Bahkan, ia menegaskan tidak akan memakai VAR di Liga Champions musim depan.

"Penggunaan VAR mungkin hal yang bagus. Namun, kami tidak ingin terburu-buru menggunakannya," ungkap Ceferin. (AFP/R-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya