Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
AS Roma sekali lagi membuktikan bahwa tidak ada yang tidak mungkin dalam sepak bola. Hal itu dibuktikan I Giallorossi dengan menyingkirkan raksasa Catalan, Barcelona, yang jauh lebih diunggulkan.
Istimewanya, kesuksesan didapat tim asal ibu kota Italia itu di saat sebagian pendukung mereka pun mulai pesimistis. Betapa tidak? Mereka menjamu tim sekelas Barca dalam posisi tertinggal 1-4 hasil kekalahan pada leg pertama di Nou Camp, pekan lalu.
Namun, secara mengejutkan Il Lupi mampu bangkit pada leg kedua di Stadion Olimpico. Tidak tanggung-tanggung, mereka melumat Blaugrana 3-0. Dengan kemenangan tersebut, I Giallorossi berhak mendapat tiket ke semifinal berkat keunggulan gol tandang meski skor agregat kedua tim 4-4.
“Sebenarnya saya membuat pilih-an untuk membuat peluang lebih lebar dengan melakukan serangan balik atau bermain cepat. Pada akhirnya kami pantas mendapat ha-diah atas kerja keras kami,” cetus arsitek Roma, Eusebio Di Francesco.
“Tentu saja kami harus percaya bahwa kami bisa mencapai final. Mengapa kami tidak percaya? Kami telah datang sejauh ini dan tidak ada seorang pun yang mengira kami bisa melakukannya sehingga kami harus tetap maju dan mendapatkan sesuatu yang lebih,” lanjutnya.
“Setelah ini, misi kami ialah sampai ke Kiev (tempat final Liga Champions). Kami menyambut siapa pun lawan kami di semifinal. Kami respek terhadap siapa pun, tapi kami tidak takut,” timpal gelandang Kevin Strootman.
“Ini adalah hasil yang terbaik, tetapi hasil yang lebih baik mungkin masih belum datang. Ini membuktikan kami bisa bermain melawan siapa pun karena Barcelona adalah tim yang kuat, kami melesakkan tiga gol di gawang mereka dan bisa mencetak lebih banyak lagi,” kata striker Edin Dzeko.
Selain para punggawa dan fan Roma, yang paling senang dengan kegagalan Barca sebenarnya ialah para suporter timnas Argentina. Pasalnya, dengan begitu, bintang pujaan mereka Lionel Messi punya waktu istirahat lebih banyak sebelum tampil di putaran final Piala Dunia Rusia 2018. ‘Saya pikir itu menggembirakan bagi Jorge Sampaoli (pelatih Argentina) meski memang terkesan egois’, tulis kolumnis Enrique Gastanaga di harian Ole.
Dua gelar
Di sisi lain, para pemain Blaugrana hanya bisa meratapi kegagalan tersebut. Impian mereka untuk kembali meraih treble (tiga gelar dalam satu musim) pun pupus sudah. Barca hanya punya peluang untuk mengawinkan gelar La Liga dan Copa del Rey.
“Katika Anda kalah seperti ini, rasanya pasti selalu sulit. Namun, tampaknya sederhana untuk mengatakan bahwa lawan kami memang sangat kuat sejak awal hingga akhir pertandingan,” ujar pelatih Barca, Ernesto Valverde.
“Mereka menerapkan tekanan yang tinggi dan itu membuat kami kesulitan mengembangkan permainan. Kami tidak bisa menangani tekanan yang mereka berikan. Mereka mendapatkan gol kedua, waktunya dari gol mereka memang sudah pas. Ini adalah akhir yang buruk bagi kami. Faktanya mereka memang sangat bagus dan kita tidak,” imbuh Valverde.
Gelandang Sergio Busguets pun mengakui Roma memang tampil superior pada laga kali ini. “Rasanya sangat sulit untuk kalah setelah memimpin di leg pertama, tetapi semuanya berjalan buruk dan mereka memang superior.” (AFP/Goal/R-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved