Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
AMBISI Manchester City untuk dapat berprestasi di kompetisi Eropa kembali pupus. Alih-alih meraih kejayaan, tim besutan Pep Guardiola itu hanya bisa sampai di perempat final.
Ironisnya, cita-cita besar mereka dikandaskan klub lain Liga Primer, Liverpool. The Citizens harus mengakui keunggulan ‘si Merah’ 1-2 pada leg kedua babak perempat final Liga Champions di Etihad Stadium, kemarin dini hari WIB. Dengan hasil itu, City kalah agregat 1-5 setelah pada pertemuan pertama di Anfield, pekan lalu, takluk 0-3.
Saat menjamu Liverpool di Etihad, City sepertinya punya potensi untuk membalikkan keadaan atau setidaknya menyamai kedudukan setelah unggul cepat lewat gol Gabriel Jesus ketika laga baru berlangsung 2 menit.
Setelah itu, City terus membombardir pertahanan ‘si Merah’. Di penghujung babak pertama Leroy Sane kembali membobol gawang tim tamu yang dikawal Loris Karius.
Namun gol itu dianulir wasit Antonio Miguel Mateu Lahoz. Wasit menganggap posisi Sane off-side meski dalam tayangan ulang tidak. Kondisi itu disesali Guardiola. Ia memprotes keras keputusan itu sehingga diusir keluar lapangan. “Rasanya akan berbeda jika kami unggul 2-0. Saya katakan itu sebuah gol, itulah mengapa dia mengusir saya. Di kompetisi ini semua tim setara dan pengaruh dari wasit sangat penting. Namun, akhirnya saya harus mengucapkan selamat untuk Liverpool. Semoga mereka bisa merepresentasikan Inggris lebih baikl,” tegas Guardiola.
Terlepas dari kontroversi tersebut, faktanya City harus mengakui Liverpool lebih berpengalaman di pentas Eropa. Jauh sebelum City menjadi klub kaya raya seperti sekarang, ‘si Merah’ sudah malang melintang di Eropa. Mereka bahkan menjadi salah satu kolektor trofi Liga Champions terbanyak, yakni lima.
“Dari dua kali laga, saya pikir kami pantas melaju. Kami mencetak lima gol dan kebobolan satu. Itu biasanya mustahil melawan tim seperti City. Mereka salah satu tim terbaik di dunia saat ini, tetapi saya tahu kami akan mengalahkan mereka. Ini tidak menjadikan kami tim yang lebih baik,” cetus arsitek Liverpool, Juergen Klopp. (AFP/BBC/Rul/R-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved