Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
STRIKER Paris St Germain (PSG), Neymar, telah setuju untuk membayar denda kepada otoritas pajak di Brasil, sebagai upayanya untuk menyelesaikan masalah-masalah hukumnya, kata para pengacaranya pada Jumat (11/8) waktu setempat atau Sabtu (12/8) WIB.
Para pengacara mengatakan mereka diharapkan membayar denda sebesar 8 juta Reais (US$2,52 juta) untuk mengakhiri kekisruhan panjang ini.
Bagaimana pun, kantor pajak Brasil mengatakan mereka belum sampai pada kesimpulan perhitungan total.
Kantor pajak awalnya menuntut 188,8 juta Reais (US$59,44 juta) dalam bentuk denda-denda, pengembalian pajak, dan bunga, meski angka itu diyakini telah turun.
"Meski ia tidak setuju dengan nilai (8 juta), prosesnya telah berlangsung selama lebih dari tiga tahun dan niatnya adalah mengakhirinya dan bergerak maju ke fase berikutnya untuk Neymar," kata Marcos Nedes, salah satu pengacara sang pemain.
Keputusan ini muncul sepekan setelah Neymar meninggalkan Barcelona untuk bergabung ke PSG dengan transfer yang memecahkan rekor dunia yakni 222 juta Euro.
Pemain 25 tahun itu telah dijerat sejumlah tuduhan bahwa ia melakukan penggelapan pajak di Spanyol dan Brasil.
"Tuduhan-tuduhan (terhadap kami) dilakukan tergesa-gesa, di mana pada saat lain mereka menentang kami, namun hal itu meninggalkan bekas pada citranya dan seperti Anda tahu Neymar hidup dari citranya," kata pengacara Gustavo Xisto.
"Kami perlu berhati-hati tentang hal ini. Menurut saya ini adalah pelajaran yang harus kami pelajari." (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved