Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
GUBERNUR DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok membantah pernyataan yang menyebut namanya terseret-seret dalam kasus kroupsi KTP elektornik (KTP-E). Ahok menilai tak ada orang yang berani menyogok dirinya lantaran kepribadiannya yang keras.
"Orang semua sudah tahu siapa Ahok kok! Emang siapa yang berani kasih gua duit? Langsung gua laporin KPK," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (6/3).
Ahok mengatakan sebagai pejabat publik, ia tak berani menerima uang yang tidak kena pajak. Bahkan setiap perjalanan dinas, jika berlebih selalu dia kembalikan ke kas negara.
"Yang pasti uang perjalanan dinas lebih sehari dua hari saja saya balikin kok. Kamu cek aja. Perjalanan dinas enggak sesuai harinya saya balikin. Uang yang tidak dipotong pajak pasti ini uang enggak bener," tegas Ahok.
Pimpinan KPK Agus Rahardjo, pekan lalu, mengatakan publik akan terkejut terkait kasus KTP-E. Pasalnya banyak nama anyar yang bakal terseret di kasus tersebut.
"Nanti, Anda tunggu dan dengarkan tuntutan yang dibacakan, Anda akan sangat terkejut. Banyak orang yang namanya akan disebutkan di sana," kata Agus.
Kasus yang diduga merugikan negara hingga Rp2,3 triliun tersebut di bawah pembahasan Komisi II DPR-RI. Sementara Ahok saat itu menjadi anggota DPR RI Komisi II.
Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin beberapa kali bernyanyi soal proyek KTP-E. Ia menyebut pejabat yang diduga kecipratan uang proyek KTP-E, seperti Ketua DPR Setya Novanto, Ganjar Pranowo (Gubernur Jawa Tengah), Gamawan Fauzi (mantan Menteri Dalam Negeri), Olly Dondokambey (mantan pimpinan Badan Anggaran DPR), serta Agun Gunandjar (mantan pimpinan Komisi II DPR). (MTVN/X-12)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved