Ini Hasil Lawatan Dua Hari Jokowi ke Australia

Rudy Polycarpus
27/2/2017 09:50
Ini Hasil Lawatan Dua Hari Jokowi ke Australia
(AFP/ PETER PARKS)

PRESIDEN Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo beserta rombongan tiba di Tanah Air setelah berkunjung selama dua hari ke Australia, Minggu (26/2) malam.

Kunjungan kenegaraan singkat tersebut telah memberikan sejumlah hasil konkret, di antaranya di bidang ekonomi, politik, hukum dan keamanan, serta peningkatan hubungan people to people.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam keterangan pers kepada jurnalis asal Indonesia di International Convention Center, Sydney Australia, Minggu (26/2), mencontohkan di bidang ekonomi, Presiden Jokowi dan PM Turnbull sepakat menyelesaikan IACEPA pada akhir 2017.

"Satu hal yang perlu selalu kita lakukan ialah apapun arrangement yang akan kita lakukan, dasar utamanya adalah kerja sama yang saling menguntungkan," ucap Retno.

Di bidang perdagangan, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyampaikan Indonesia mendapatkan akses untuk pasar herbisida dan pestisida. Nilai impor Australia untuk kedua jenis zat kimia pembasmi hama tersebut mencapai US$1,3 miliar-US$1,5 miliar.

"Selama ini Indonesia hanya bisa masuk dengan US$50 juta karena berbagai hambatan tarif," ucap Enggar.

Pemerintah Indonesia juga akan menyamakan tarif bea masuk gula dari Australia dengan gula dari ASEAN. "Jadi kalau dari sisi kita, kita hanya mengalihkan saja. Kita masih tetap impor tapi sekarang sebagian dari Thailand, sebagian bisa juga dari Australia," ujar Enggartiaso.

Hal lain yang terkait dengan perdagangan ialah mengenai relaksasi sapi. Pemerintah telah menetapkan relaksasi berat sapi, dari 350 kg menjadi 440 kg. Dengan kondisi seperti itu, maka harga sapi bakalan turun US$1 per kg.

Untuk ekspor kertas ke Australia, Menlu meyakini tidak akan terjadi hambatan karena Indonesia adalah negara pertama di Asia yang memiliki lisensi Forest Law Enforcement Governance and Trade Voluntary Partnership Agreement (FLEGT VPA).

Sementara itu di bidang investasi, Kepala BKPM Thomas Lembong menyampaikan nilai investasi yang akan diinevstasikan dari investor Australia sebesar Rp39 triliun dalam 3-5 tahun ke depan.

"Saya total-totalkan dari investasi-investasi yang kita terima. Totalnya kira-kira Rp39 triliun. Itu investasi yang saya targetkan dalam 3-5 tahun ke depan," ucap Thomas.

Investasi dari Australia itu dalam berbagai bidang, seperti pertambangan, wisata bahari, infrastruktur hingga prasarana air. Selain itu, kerjasama juga dilakukan di bidang ekonomi digital.

Di bidang politik, hukum dan keamanan beberapa kerjasama akan ditingkatkan, antara lain penanggulangan kejahatan lintas negara, penanggulangan terorisme dan IUU fishing.

"Kedua pihak sepakat untuk memperkuat kerja sama melalui pilar two-plus-two, juga kerja sama antara Menkopolhukam dan Jaksa Agung Australia dalam membentuk ministerial council," ucap Menlu.

Untuk meningkatkan kerjasama people-to-people,_ Presiden meluncurkan tiga Balai Bahasa di Perth, Melbourne dan Canberra. "Ada beberapa lagi yang akan didirikan di Australia. Balai bahasa ini harus dilihat dari upaya kita untuk lebih menginternasionalisasi bahasa kita," ucap Retno. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya