Presiden bakal Ubah Penanganan Terorisme

Christion Dior Simbolon
20/2/2017 16:55
Presiden bakal Ubah Penanganan Terorisme
(ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

PIMPINAN Pusat Pemuda Muhammadiyah membahas soal isu deradikalisasi dan perlawanan terhadap terorisme dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta. Presiden dinilai telah bersepakat akan mengubah pola penanganan terorisme.

Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, penanganan terhadap pelaku terorisme tidak boleh lagi menggunakan pendekatan kekerasan. Sebab, ia menilai pendekatan itu bukan cara untuk melakukan deradikalisasi melainkan reradikalisasi.

"Pak Jokowi bersepakat dengan itu dan akan melakukan perubahan yang sangat subtansial terkait penanganan dengan terorisme," kata Dahnil seusai pertemuan, Senin (20/2).

Presiden, lanjutnya, juga akan lebih fokus kepada advokasi dan pendampingan bantuan ekonomi terhadap korban terorisme. Hal itu diberikan baik kepada keluarga korban maupun keluarga terduga terorisme.

"Baik keluarga korban maupun keluarga terduga terorisme. Kemudian, keluarga yang ditinggal juga jangan sampai distigma," ujar Dahnil.

Menurut Dahnil, Jokowi juga meminta Muhammadiyah mendata mantan pelaku teroris yang telah bertobat. Jokowi, kata Dahnil akan membantu langsung keluarga mereka.

"Termasuk Siyono yang di Klaten. Bahkan tadi Pak Jokowi sebutkan beliau akan langsung bantu para korban. Nah, tentu kami berterima kasih. Model yang seperti inilah yang kami butuhkan dalam penanganan terorisme," tandasnya. (MTVN/X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya