Muhammadiyah: Belajarlah Jadi Negarawan dari Pertengkaran

Antara
09/2/2017 16:10
Muhammadiyah: Belajarlah Jadi Negarawan dari Pertengkaran
(ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah)

KETUA Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengajak para tokoh nasional belajar kenegarawanan dari segala hal, termasuk dari 'pertengkaran' politik yang terjadi jelang Pilkada Serentak tahun ini.

Haedar menanggapi opini publik bahwa saat ini bangsa Indonesia merindukan kenegarawanan di tengah dinamika politik yang diwarnai kian hangatnya adu pendapat antartokoh jelang Pilkada 2017.

"Siapa tahu, kita belajar kenegarawanan dari bertengkar ini. Kenegarawanan dan tokoh negarawan tidak ada latihannya, toh? Siapa tahu dari latihan bertengkar, kita lalu jadi negarawan, tapi harus belajar," kata dia.

Lebih lanjut, Haedar mengatakan para tokoh pendiri bangsa juga mengalami perdebatan yang sengit dalam rangka meletakkan fondasi bagi negara Republik Indonesia dan di awal-awal masa kemerdekaan.

"Tapi, mungkin sekarang ini kan media sosial begitu rupa sehingga akselerasi dan eskalasi kepentingan politik menjadi sangat tinggi dan pragmatis, lalu orang menjadi terpancing seperti itu," kata dia.

Oleh karena itu, melalui organisasi Muhammadiyah yang dipimpinnya, Haedar mengajak semua tokoh untuk belajar menjadi negarawan, yakni dengan mengedepankan kepentingan umat, bangsa, dan negara melampaui kepentingan diri dan kelompok sendiri.

Presiden Joko Widodo di sela kunjungannya ke Ambon, Maluku, Rabu (8/2), sempat menanggapi pertanyaan melalui media sosial yang ditujukan kepada Presiden dan Kapolri yang menjadi viral setelah mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mencicitkannya di Twitter.

"Kalau semua soal ditanyakan kepada Presiden dan Kapolri, semua akan bertanya kan ada Twitter, saya bertanya kepada Presiden dan Kapolri, semua jadi bertanya, sekarang saya lihat banyak pertanyaan tentang segala soal, terus saya sendiri bertanyanya kepada siapa," kata Presiden Jokowi setengah bercanda. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya