Tren Hoax Melejit Jelang Pilkada

Windy Dyah Indriantari
08/2/2017 17:45
Tren Hoax Melejit Jelang Pilkada
(ANTARA/Yudhi Mahatma)

MOMENTUM pemilihan kepala daerah merupakan masa paling tinggi dalam penyebaran berita palsu (hoax). Kecenderungan itu tidak saja terjadi di Indonesia namun juga di negara maju seperti Amerika Serikat. Setelah melewati masa tersebut, tren penyebaran berita hoax menurun.

Menurut Guru Besar Ilmu Komunikasi Universitas Padjajaran Deddy Mulyana, karakter asli masyarakat Indonesia yang tidak terbiasa berbeda pendapat atau berdemokrasi secara sehat merupakan salah satu faktor mudahnya menelan berita palsu yang disebarkan dengan sengaja.

“Sejak dulu orang Indonesia suka berkumpul dan bercerita. Sayangnya, apa yang dibicarakan belum tentu benar. Sebab budaya kolektivisme itu tidak diiringi dengan kemampuan mengolah data. Kita tidak terbiasa mencatat dan menyimpan data sehingga sering berbicara tanpa data. Sedangkan media sosial, sebagai sumber berita hoax, adalah kepanjangan panca indera manusia,” tuturnya.

Menurutnya, masyarakat kita cenderung senang membahas aspek-aspek yang berkaitan dengan kekerasan, sensualitas, drama, intrik, dan misteri. "Politik adalah bidang yang memiliki aspek-aspek tersebut. Tidak heran kalau berita hoax sering sekali terjadi pada tema politik, khususnya saat terjadi perebutan kekuasaan yang menjatuhkan lawan."

Deddy menambahkan, rendahnya kecerdasan literasi masyarakat Indonesia juga menjadi faktor penyebab hoax mudah dikonsumsi.

“Apakah di Amerika tidak ada hoax? Tentu ada, tapi tidak massif seperti kita. Sebab apa, karena mereka telah melewati tradisi literasi sebelum masuk era sosial media," cetusnya.

"Sementara bangsa kita yang tidak hobi membaca buku ini tiba-tiba dicekcoki dengan banjir informasi di ranah digital, dan karena sifat dasarnya suka berbincang, maka informasi yang diterima itu dibagikan lagi tanpa melakukan verifikasi," tutup Deddy. (RO/X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya