Pidato Politik SBY Jadi Ajang Curhat

Surya Perkasa
07/2/2017 22:45
Pidato Politik SBY Jadi Ajang Curhat
(MI/Arya Manggala)

TAK cuma menyampaikan kritik terhadap netralitas TNI, Polri, dan BIN, Ketua Umum Partai Demokrat Soesilo Bambang Yudhoyono juga banyak mencurahkan isi hatinya di dalam pidato politiknya di acara Dies Natalies 15 Tahun Partai Demokrat di Jakarta Convention Center, Jakarta, Selasa (7/2) malam.

Dia mengungkapkan betapa banyaknya fitnah dan kabar bohong (hoax) dikaitkan dengan Partai Demokrat sejak Oktober 2016. "Hempasan angin dan badai yang kuat di hadapan SBY dan Demokrat," ucap mantan Presiden ke-6 RI tersebut.

Aksi damai 411 menjadi awalnya. SBY dan Demokrat merasa dituding menjadi penyokong dana aksi tersebut.

Dia pun menyebut fitnah tersebut sebagai penghinaan kepada rakyat yang mengikuti aksi tersebut. "Tuduhan itu penghinaan untuk jutaan rakyat tanah air yanh ikut aksi," tegas SBY.

Tak berhenti di sana, beragam jenis hoax juga acap menyudutkannya. Dia mengatakan tuduhan itu sering tak berdasar.

Pemberitaan pemboman Istana Negara, kata SBY, diviralkan di media sosial. Dia pun menjadi tertuduh dari rencana makar pada aksi 212.

"Bagai halilintar di siang bolong, seolah saya berada di belakang gerakan," keluhnya.

SBY pun mengaku terhina dan direndahkan. Padahal dia telah mengabdi sebagai TNI selama 30 tahun. (MTVN/X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya