Demokrat: Kicauan SBY Jangan Disalahartikan

Astri Novaria
07/2/2017 20:45
Demokrat: Kicauan SBY Jangan Disalahartikan
(ANTARA/Yudhi Mahatma)

BELAKANGAN ini Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sering mengutarakan kegundahannya melalui akun Twitter-nya. Kicauan SBY itu diyakini bisa berpengaruh buruk terhadap elektabilitas Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni.

"Tidak masuk akal. Pak SBY dicintai rakyat. Coba (dilakukan) survei beberapa banyak yang merasakan program SBY selama 10 tahun," ujar Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (7/2).

Pihaknya menilai aksi unjuk rasa yang terjadi di kediaman Presiden RI ke-6 bernuansa politik. Menurutnya hal ini terjadi lantaran Agus Yudhoyono maju dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017.

"Saya berharap pemeritah benar-benar melakukan penegakan hukum. Ini kan membuat semua orang gelisah, kalau mantan Presiden 10 tahun menjabat bisa mendapat perlakuan seperti ini, apalagi rakyat biasa," tandasnya.

Senada dengan Nurhayati, Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat Benny K Harman menduga aksi unjuk rasa tersebut dilakukan oleh pihak yang tidak senang dengan SBY dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum Demokrat.

Menurut Benny, pernyataan SBY di Twitter dan konferensi pers merupakan kewajiban SBY sebagai ketua umum untuk memberikan penjelasan kepada kadernya melalui media sosial dan televisi. Namun, lanjut dia, pernyataan SBY telah disalahartikan seolah tidak mendukung pemerintah.

"Konferensi pers dan cuitan Pak SBY telah disalahpahami tidak mendukung pemerintah saat ini. Partai Demokrat sejak awal posisi penyeimbang. Partai Demokrat tentu tidak tinggal diam. Sebagai Ketua Umum beliau punya kewajiban menyampaikan apa yang jadi harapan dan Demokrat jelas mendukung pemerintahan," ucap Benny.

Secara terpisah, anggota DPR RI dari Fraksi NasDem, Johnny G Plate menganggap keluhan SBY di media sosial Twitter merupakan hal yang wajar dalam demokrasi. Yang terpenting, negara tetap harus menjamin keamanan dan kenyamanan Yudhoyono.

"Itu biasa saja (sebagai) bagian dari demokrasi. Kami tidak setuju kalau kenyamanan mantan presiden diganggu. Di sisi lain, perlu introspeksi juga mengapa ada demo. Kan mantan presiden bukan hanya SBY, Megawati dan Habibie tidak didemo," pungkasnya. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya