Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBAGAI negara yang menjujung tinggi keberagaman, Indonesia tengah menghadapi tantangan seiring menguatnya gejala intoleransi di masyarakat yang terlihat belakangan ini.
Menurut peneliti dari The Asia Foundation Budhy Munawar Rachman, bila kondisi seperti ini berlangsung terus, akan berbahaya bagi jalannya demokrasi di Indonesia.
"Demokrasi bisa mengalami kemunduran karena kebebasan beragama tidak berkembang di Indonesia. Ini sudah terlihat dalam indeks kebebasan beragama yang turun, misalnya," ujar Budhy seusai bedah buku tertajuk 'Membela Kebebasan Beragama' di Kantor PB HMI di Jakarta, Senin (7/2).
Sebelumnya Setara Institute merilis indeks kebebasan beragama. Untuk 2016 turun 0,10% dari 2,57 menjadi 2,47. Data juga menunjukan terdapat 182 pelanggaran kebebasan beragama yang terjadi di Indonesia hingga 8 Desember 2016 lalu.
Budhy mengatakan ekslusifisme dan intoleransi yang berkembang subur menjadi penyebab turunnya indeks kebebasan bergama. Di sisi lain, pandangan kemasyarakatan akan pentingnya saling menghargai tidak tumbuh.
Mengenai persoalan intoleransi yang terjadi belakangan ini, ia meyakini hal itu berkaitan erat dengan momentum politik pemilihan kepala daerah. Budhy mengatakan isu agama yang dibawa ke ranah politik menstimulasi munculnya intoleransi dan memecah masyarakat.
"Kondisinya pada pemilihan kepala daerah sekarang lebih dari biasa. Kalau dulu ada perpecahan berdasarkan pilihan, kalau sekarang perpecahan itu dikaitkan dengan agama, itu menjadi sesuatu yang mengerikan apalagi saling mengkafirkan di antara orang yang memilih, dan ini bahaya," tuturnya.
Dalam merajut kembali nilai-nilai toleransi dan kebebasan bergama, Budhy berpendapat perlu tindakan tegas dari pemerintah. Di samping itu, dibutuhkan pula peran organisasi-organisasi besar keagaman dalam memberikan himbauan kepada masyarakat menyikapi isu yang berkembang.
" Dalam kasus Basuki Tjahja Purnama (Ahok), apa yang dilakukan NU dan Muhammadiyah sangat baik, menahan diri dan tidak memberikan penilaian kepada calon-calon tertentu," tutupnya. (X-12)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved