Jokowi Pilih Pudjo sebagai Sekretaris MA

Nur Aivanni
06/2/2017 15:07
Jokowi Pilih Pudjo sebagai Sekretaris MA
(Johan Budi -- ANTARA/Yudhi Mahatma)

STAF Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi mengatakan Presiden Joko Widodo telah memilih Achmad Setyo Pudjoharsoyo sebagai Sekretaris Mahkamah Agung (MA) yang baru.

Sebelumnya, ada tiga nama calon yang diajukan kepada Presiden, yakni Achmad Setyo Pudjoharsoyo, Aco Nur, dan Imron Rosyadi.

Achmad Setyo Pudjoharsoyo merupakan Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Imron Rosyadi adalah mantan Ketua Pengadilan Agama Jakarta Selatan yang kini bertugas di Pengadilan Tinggi Agama Medan. Sedangkan Aco Nur saat ini bertugas sebagai Plt Sekretaris MA menggantikan pejabat sebelumnya, Nurhadi.

"Ya benar (Achmad Setyo Pudjoharsoyo jadi Sekretaris MA). Dianggap dari ketiganya, Pudjo lebih baik," ujar Johan saat dikonfirmasi, Senin (6/2).

Secara terpisah, peneliti Indonesia Legal Roundtable (ILR) Erwin Natosmal Oemar mengatakan Pudjo merupakan salah satu calon yang mempunyai catatan integritas lebih sedikit daripada dua calon yang lain.

Menurut catatan ILR, Pudjo pernah mengambil beberapa putusan yang kontroversial saat berada di PN Pekanbaru. "Selama menjadi hakim, kami menemukan ada putusannya yang membebaskan koruptor dan mafia minyak," ungkapnya. Pudjo pun tercatat tidak taat melaporkan LHKPN-nya.

Karena itu, Erwin tidak terlalu banyak berharap kepada Pudjo lantaran dari awal proses seleksinya tidak transparan dan tidak ada partisipasi publik. Meski demikian, sambungnya, pilihan ke Pudjo adalah pilihan realistis yang diambil oleh Presiden dibanding calon lainnya.

"Dibanding dua calon lain, jejak rekam Pudjo termasuk yang minim catatan," ucapnya.

Menurut Erwin, permasalahan MA tidak bisa dibebankan kepada Pudjo seorang. Pasalnya, permasalahan di MA terjadi secara struktural sehingga harus ada perombakan terhadap regulasi yang mengatur tentang kewenangan Sekretaris MA.

"Jika itu tidak dilakukan, menurut saya, potensi Pudjo untuk jatuh ke lubang yang sama (Sekretaris MA terdahulu, Nurhadi) juga terbuka lebar," tandasnya. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya