Sarpin Laporkan Dua Dosen Unand

28/2/2015 00:00
Sarpin Laporkan Dua Dosen Unand
Hakim Sarpin Rizaldi(MI/SUSANTO)
HAKIM tunggal sidang gugatan praperadilan Kepala Lembaga Pendidikan Kepolisian Budi Gunawan, Sarpin Rizaldi, melaporkan dua dosen Universitas Andalas ke Kepolisian Daerah Sumatra Barat.

Sarpin melaporkan dua dosen bernama Charles Simabura dan Feri Amsari karena dugaan pencemaran nama baik. Seperti dilaporkan Metro TV, Sarpin tiba di Kantor Kepolisian Daerah Sumatra Barat pukul 15.00 WIB.

Sarpin langsung masuk ke ruangan sentral pelayanan kepolisian terpadu dengan tidak didampingi pengacara, tetapi pihak keluarga di bawah pengawalan kepolisian.

Alumnus Unand 1985 itu seusai mengajukan laporan mengatakan tulisan kedua dosen tersebut di koran lokal dan media sosial telah mencemarkan nama baiknya.

Ia mengaku tersinggung dengan tulisan dua dosen tersebut yang menyebutkan dirinya dibuang secara adat karena mengabulkan permohonan praperadilan Budi Gunawan. Sarpin menegaskan, sebagai orang Minang, dirinya masih tetap orang Minang dan tidak pernah dibuang dari adat Minang.

Sarpin yang bertindak sebagai hakim tunggal mengabulkan sebagian gugatan Komjen Budi Gunawan dalam sidang pembacaan putusan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan (Jaksel), Senin (16/2). Sarpin saat itu menilai penetapan tersangka calon Kepala Polri tersebut oleh KPK tidak sah.

Sebelumnya, dua dosen Unand Feri menyatakan Sarpin dibuang secara adat, sedangkan Charles mengatakan Sarpin tak layak jadi alumnus Unand dan dicabut mandatnya. Feri dan Charles mengeluarkan pernyataan tersebut saat mengikuti aksi Gerakan Satu Padu yang digelar Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi Sumbar di Padang, pekan lalu.

Saat menanggapi pelaporan tersebut, Feri mengatakan hal itu merupakan konsekuensi dalam bersikap. "Jika kita bersikap terhadap kondisi negara yang sedang terjadi sekarang, saya merasa kalau dari sikap tegas, ada konsekuensinya. Dilaporkan dan ancaman penjara adalah segala sesuatu yang disiapkan dari sebuah sikap," tukas Feri.

Ia juga menegaskan, dari segala pertentangan tentang korupsi, pilihannya ada pergolakan atau tidak adem ayem saja. Oleh karena itu, ia siap menentang. (YH/P-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya