Menhan Bantah Anggota TNI Terlibat Penyelundupan Senjata di Sudan

Metro TV
24/1/2017 15:22
Menhan Bantah Anggota TNI Terlibat Penyelundupan Senjata di Sudan
(ANTARA/M Agung Rajasa)

MENTERI Pertahanan Ryamizard Ryacudu membantah keterlibatan anggota TNI dalam penyelundupan senjata dan amunisi di Bandara Al-Fashir, Darfur, Sudan.

Keyakinan itu ia lontarkan seusai memimpin upacara pengukuhan kader Bela Negara di Purbalingga, Jawa Tengah, Selasa (24/1). Menurut Ryamizard, ia yakin penyelundupan itu tidak dilakukan oleh anggota TNI yang sedang menjalani misi perdamaian dunia di Darfur itu.

"Karena setiap anggota TNI harus tunduk pada perintah atasan dan undang-undang yang berlaku. Namun jika membangkang, anggota TNI juga tidak kebal hukum sehingga harus diproses secara hukum yang berlaku," tegas Ryamizard.

Seperti diberitakan sebelumnya, petugas Bandara Al-Fashir mencurigai adanya koper tidak dikenal yang berisi senjata api ilegal berada dekat dalam tumpukan logistik milik kontingen tentara Indonesia. Akan tetapi tidak diketahui koper tersebut milik siapa yang membuat anggota misi perdamaian dari Indonesia tertahan di Sudan.

Tim perdamaian dari Indonesia terdiri dari dua tim, yakni TNI yang berada dalam satuan tugas komposit TNI Konga XXXV-B Unamid dan tim kepolisian dengan satuan tuga Formed Police Unit (FPU). (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya