ICMI: Kebinekaan Indonesia tak Bisa Dihilangkan

Antara
23/1/2017 15:45
ICMI: Kebinekaan Indonesia tak Bisa Dihilangkan
(MI/Panca Syurkani)

KETUA Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie berpendapat kebinekaan tidak bisa dihilangkan di Indonesia. Karena itu diperlukan pengelolaan, semangat kerukunan, dan pembauran untuk menjaganya.

"Kami sampaikan kebinekaan adalah kenyataan hidup bagi bangsa kita sehingga tidak ada kekuatan apapun bisa menghilangkan ciri keindonesiaan kita yang pluralistis," kata Jimly dalam konferensi pers di Kantor Presiden Jakarta, Senin (23/1).

Jimly bersama sejumlah fungsionaris ICMI antara lain Wakil Ketua Umum ICMI Priyo Budi Santoso, Ilham Akbar Habibie, Sugiharto, serta Sekretaris Jenderal ICMI Jafar Hafsah menemui Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka.

"Sulit bagi kita berharap tidak ada masalah dalam pengelolaan kebinekaan itu. Tetapi yang penting suasana sekarang ini kita kelola dengan tepat apalagi menjelang pilkada. Mudah-mudahan sesudah pilkada selesai, gejolak antipluralitas, tidak berlanjut. Jangan sampai masing-masing kelompok ditekan, sehingga menyulitkan upaya membangun kerukunan. Pembauran dan kerukunan menjadi kunci," tambah Jimly.

Ia mengungkapkan Presiden memahami ada masalah kesenjangan sosial yang menjadi salah satu faktor pemicu gerakan antipluralitas. "Presiden sangat merespons isu kesenjangan sosial. Ini menjadi warna yang menyentakkan, dan baik peristiwa 212 maupun sebelumnya mengingatkan semua pihak bahwa ada masalah kesenjangan sosial," katanya.

ICMI, menurut Jimly, menyambut agenda dan kesungguhan pemerintah termasuk program-program pengentasan dari kesenjangan sosial yang sudah maupun yang akan dikerjakan pada masa mendatang.

ICMI sendiri berencana membuat forum harmoni keagamaan yang merangkul berbagai cendekiawan lintas agama. "Terakhir, menyampaikan pentingnya forum kerukungan umat beragama, saat ini sedang dibahas religious harmony forum yang akan dikembangkan seperti 'Bali Democracy Forum."

Jimly menambahkan, kemungkinan (akan dilaksanakan) di Toba (Sumatera Utara) dan akan dibahas lebih detail dengan semua ormas nasional dan semua menteri.

"Tapi secara umum Presiden antusias dan kita juga berjanji akan terus memberi masukan kepada Presiden sepanjang berguna bagi bangsa dan negara," kata Jimly. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya