AS Minta Izin Lintas Udara Menyeluruh di Indonesia, Menhan Sjafrie Kumpulkan Purnawirawan

Irvan Sihombing
24/4/2026 14:48
AS Minta Izin Lintas Udara Menyeluruh di Indonesia, Menhan Sjafrie Kumpulkan Purnawirawan
Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kemenhan RI Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait saat jumpa pers di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Jumat (24/4/2026)(ANTARA/Walda Marison)

MENTERI Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin bersama sejumlah purnawirawan eks Panglima TNI membahas secara mendalam pengajuan Letter of Intent (LoI) dari Amerika Serikat (AS) terkait dengan permohonan izin lintas wilayah udara Indonesia. 

Pertemuan strategis ini bertujuan membedah analisis pertahanan terhadap permohonan AS yang menginginkan akses udara menyeluruh untuk keperluan operasi darurat hingga latihan bersama. Kegiatan itu berlangsung di kantor Kementerian Pertahanan di Jakarta Pusat, Jumat (24/4/2026).

Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemenhan RI, Rico Ricardo Sirait, menjelaskan bahwa para purnawirawan memberikan berbagai analisis dan masukan terkait LOI yang diajukan Amerika Serikat.

“Purnawirawan tentunya punya pertimbangan, punya analisa yang sangat baik, sehingga nanti mungkin akan juga dibahas dengan kementerian dan instansi terkait, dengan DPR, terkait dengan Letter of Intent tersebut,” kata Rico dalam konferensi pers.

Menurutnya, seluruh analisis tersebut didasarkan pada pertimbangan kepentingan pertahanan negara.

Salah satu poin dalam LOI tersebut mencakup rencana pemberian izin penerbangan lintas wilayah udara Indonesia bagi pesawat Amerika Serikat. Izin tersebut disebutkan untuk keperluan operasi darurat, penanggulangan krisis, serta kegiatan latihan yang disepakati bersama.

Namun, pihak Kementerian Pertahanan belum merinci secara detail isi analisis yang disampaikan para purnawirawan dalam pertemuan tersebut.

Jadi Bahan Evaluasi Kebijakan

Rico menegaskan bahwa seluruh saran, kritik, dan analisis yang diberikan akan menjadi bagian dari pertimbangan pemerintah dalam menentukan langkah strategis ke depan.

“Ke depannya itu akan menjadi bagian dari evaluasi maupun perbaikan ataupun masukan-masukan input dalam pengembangan kebijakan pertahanan negara,” ujarnya.

Pembahasan ini menunjukkan langkah pemerintah dalam mengkaji secara matang setiap kerja sama internasional yang berkaitan dengan aspek kedaulatan dan keamanan nasional. (Ant/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya