Kader NasDem Jateng Kecam Cover Majalah Tempo: Itu Penghinaan Terhadap Surya Paloh!

Media Indonesia
16/4/2026 12:29
Kader NasDem Jateng Kecam Cover Majalah Tempo: Itu Penghinaan Terhadap Surya Paloh!
Ilustrasi(Antara)

DEWAN Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Jawa Tengah bereaksi keras terhadap desain sampul (cover) Majalah Tempo edisi 12 April 2026. Mereka menilai ilustrasi dan narasi yang ditampilkan merupakan bentuk pembunuhan karakter terhadap Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh.

Kecaman tersebut disampaikan langsung oleh Ketua DPW Partai NasDem Jawa Tengah, Lestari Moerdijat, bersama Sekretaris DPW, Amelia Anggraeni. Menurut mereka, kebebasan pers yang seharusnya menjadi pilar demokrasi kini telah disalahgunakan menjadi bentuk kesewenang-wenangan yang mengabaikan etika.

Dinilai Tidak Proporsional

Pihak NasDem Jateng menyoroti ilustrasi Surya Paloh pada sampul tersebut yang dianggap tidak proporsional dan berpotensi membentuk persepsi negatif di tengah masyarakat. Narasi yang disajikan Tempo dituding tidak berimbang dan cenderung merendahkan martabat seorang tokoh bangsa.

"Desain cover Majalah Tempo tersebut bukan lagi semata kritik, melainkan bentuk penghinaan terang-terangan. Ini adalah upaya sistematis untuk membunuh karakter Pak Surya Paloh di mata publik," tegas pernyataan resmi dari DPW NasDem Jawa Tengah.

Lestari Moerdijat menekankan bahwa sebagai kader, seluruh pengurus di Jawa Tengah merasa terhina dengan publikasi tersebut. Menurutnya, Tempo sebagai media nasional seharusnya memberikan edukasi politik yang sehat, bukan menyajikan konten yang bersifat provokatif.

Tempuh Jalur Konstitusional ke Dewan Pers

Tidak sekadar melontarkan protes, DPW NasDem Jawa Tengah menyatakan komitmennya untuk membawa persoalan ini ke ranah hukum pers. Mereka berencana melaporkan Majalah Tempo ke Dewan Pers terkait dugaan pelanggaran kode etik jurnalistik.

"Sebagai kader Partai NasDem, kami mengecam tindakan jurnalisme yang tidak bertanggung jawab ini. Kami akan melaporkan Majalah Tempo ke Dewan Pers atas dugaan pelanggaran yang dilakukan tersebut," lanjut pernyataan tersebut.

Di sisi lain, pengurus wilayah juga mengimbau kepada seluruh kader dan simpatisan di Jawa Tengah agar tidak terpancing emosi. Meskipun merasa terluka, para kader diminta untuk tetap tenang dan menyuarakan protes melalui jalur yang santun serta konstitusional.

DPW NasDem Jateng berharap publik bisa lebih kritis dalam menyerap informasi dan tidak mudah terprovokasi oleh pemberitaan yang dianggap tidak berdasarkan fakta yang utuh. Hal ini dilakukan demi menjaga kondusivitas serta kualitas demokrasi di Indonesia yang seharusnya dibangun di atas landasan saling menghormati dan etika yang kuat. (RO/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya