Pemerintah Fokus pada Perbaikan Program Penting

 Gana Buana
15/4/2026 13:21
Pemerintah Fokus pada Perbaikan Program Penting
Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan, Muhamad Mardiono.(Dok. MI)

UTUSAN Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan, Muhamad Mardiono, menyampaikan tanggapan tegas terkait pemberitaan negatif yang beredar di beberapa media daring mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan dinamika politik terkini, termasuk isu "gerakan Juni" yang diangkat oleh Wakil Ketua DPD RI, Tamsil Linrung.

Mardiono menegaskan bahwa berbagai narasi yang berusaha merendahkan MBG tidak mencerminkan kenyataan di lapangan. Berdasarkan pengamatan langsung, program ini justru diterima dengan baik oleh masyarakat.

“Fakta di lapangan menunjukkan bahwa MBG sangat diterima oleh masyarakat. Program ini menyentuh kebutuhan dasar rakyat dan juga mendongkrak perekonomian lokal. Oleh karena itu, sangat tidak adil jika ada pemberitaan yang berusaha menggiring opini seolah-olah program ini gagal,” kata Mardiono, Selasa (14/4).

Menurut Mardiono, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan, program MBG terus mengalami perbaikan dan pembenahan seiring berjalannya waktu.

“Pemerintah menyadari adanya kekurangan dan itu adalah bagian dari proses perbaikan. Namun, kekurangan tersebut tidak bisa dijadikan alasan untuk merusak kepercayaan publik terhadap program yang jelas menguntungkan rakyat,” ujarnya.

Mardiono juga mengakui adanya oknum-oknum yang berusaha memanfaatkan MBG untuk kepentingan pribadi. Namun, ia menegaskan bahwa hal itu tidak boleh dijadikan alasan untuk menghentikan program yang telah memberikan manfaat luas kepada masyarakat.

“Jika ada oknum yang tidak bertanggung jawab, maka mereka yang harus diambil tindakan tegas, bukan programnya. Pemerintah juga akan terus memperbaiki regulasi agar pelaksanaan MBG lebih transparan dan tepat sasaran ke depannya,” tegasnya.

Lebih lanjut, Mardiono menyatakan bahwa kebijakan yang diambil oleh Presiden Prabowo Subianto saat ini berfokus pada pembenahan fundamental tata kelola ekonomi nasional, termasuk menghentikan praktik-praktik yang merugikan negara, terutama dalam pengelolaan sumber daya alam.

“Kita harus mengakui bahwa selama ini terdapat kebocoran dan praktik korupsi dalam pengelolaan sumber daya alam. Presiden Prabowo sedang melakukan langkah besar untuk memastikan kekayaan alam bangsa ini tidak hanya dinikmati oleh segelintir pihak,” ungkapnya.

Mardiono menambahkan bahwa transformasi yang sedang dilakukan bertujuan untuk membangun ekonomi yang lebih adil dan berdaulat.

“Pemerintah sedang membangun ekonomi yang berasal dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Ini bukan ekonomi yang hanya menguntungkan segelintir orang atau oligarki. Kebijakan ini sudah jelas dan tidak bisa ditawar,” ujar Mardiono.

Terkait dengan isu "gerakan Juni", Mardiono menekankan pentingnya menjaga stabilitas nasional dalam menghadapi situasi tersebut. Ia menegaskan bahwa Presiden Prabowo adalah pemimpin yang sah berdasarkan konstitusi.

“Presiden Prabowo dipilih secara sah melalui mekanisme konstitusional. Karena itu, tidak ada dasar konstitusional yang dapat membenarkan pemakzulan Presiden. Narasi-narasi yang mengarah ke sana justru dapat mengganggu stabilitas nasional,” jelas Mardiono.

Mardiono juga sepakat dengan pandangan Tamsil Linrung bahwa Presiden perlu mendapatkan dukungan penuh dalam menjalankan agenda perbaikan nasional.

“Presiden saat ini tengah melaksanakan pembenahan besar-besaran melalui program-program prioritas. Dalam hal ini, stabilitas nasional adalah kunci. Oleh karena itu, tidak ada ruang bagi upaya-upaya yang bisa menimbulkan ketidakstabilan,” imbuhnya.

Mardiono mengingatkan bahwa setiap perubahan besar selalu dihadapkan pada penolakan dari pihak-pihak yang selama ini mendapat keuntungan dari status quo.

“Tidak mengherankan jika kebijakan-kebijakan Presiden Prabowo tidak disukai oleh mereka yang selama ini menikmati ketimpangan. Namun, pemerintah tidak akan mundur. Agenda besar ini adalah untuk mengembalikan kedaulatan ekonomi ke tangan rakyat,” tambahnya.

Di akhir pernyataannya, Mardiono mengajak seluruh elemen bangsa untuk tidak terjebak dalam narasi yang dapat merusak persatuan, dan untuk bersama-sama mendukung transformasi nasional.

“Ini adalah kesempatan emas untuk memperbaiki arah bangsa. Jangan biarkan kepentingan sempit menghalangi perjuangan besar menuju keadilan ekonomi. Pemerintah akan terus berdiri teguh di sisi rakyat,” pungkasnya. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya