Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
POLDA Metro Jaya mengungkap keterlibatan oknum personel kepolisian dalam jaringan pabrik narkotika golongan I jenis Zenith (Carisoprodol). Oknum tersebut diketahui berinisial Bharaka Mei Dwi Anggun.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengonfirmasi status personel tersebut dan menyatakan bahwa proses penyelidikan masih berlangsung secara intensif.
“Benar, kami masih mendalami perannya,” ujar Budi saat dikonfirmasi, Selasa (14/4/2026).
Pengungkapan kasus ini bermula dari operasi yang dipimpin Direktur Tindak Pidana Narkoba (Dirtipidnarkoba) Bareskrim Polri, Brigadir Jenderal Eko Hadi Santoso. Tim awalnya menangkap Bharaka Mei Dwi Anggun bersama seorang tersangka lain berinisial Ngesti di Hotel Grand Asia, Jakarta Utara.
Dari penangkapan pertama tersebut, polisi berhasil menyita sedikitnya 120 ribu butir Zenith.
Penyelidikan kemudian dikembangkan ke Jalan Kertanegara 3, Semarang Selatan. Di lokasi ini, polisi menangkap tersangka ketiga bernama Toni Tjanjaya, seorang residivis kasus narkoba, beserta barang bukti berupa ponsel dan kartu ATM.
Setelah mengamankan tiga tersangka, kepolisian menggerebek sebuah bangunan di Desa Wonolopo, Mijen, Semarang. Brigjen Eko menduga kuat bangunan tersebut berfungsi sebagai gudang produksi narkoba milik oknum Bharaka tersebut.
Di lokasi tersebut, polisi menemukan alat produksi skala besar dan berbagai bahan baku kimia, di antaranya:
Selain bahan baku dan produk jadi, petugas juga menyita perangkat produksi mulai dari mesin mixer, mesin cetak pil, hingga mesin pres dan timbangan besar. Saat ini, kepolisian terus mendalami jaringan ini guna memastikan seluruh pihak yang terlibat dapat diproses hukum.
(P-4)
Polda Metro Jaya menggerebek pabrik narkotika jenis Zenith di Semarang. Polisi menyita 186 ribu tablet siap edar dan 1,83 ton bahan baku prekursor
Badan Narkotika Nasional (BNN) RI bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai membongkar keberadaan clandestine laboratory atau pabrik narkotika ilegal milik jaringan internasional.
Menurut keterangan para tersangka, tembakau sintetis itu merupakan yang sudah jadi dab siap untuk diedarkan. Narkoba itu sudah 3 kali proses peracikan, penyemprotan.
Clandestine laboratorium narkotika itu berada di sebuah villa di Bali. Villa itu biasanya tanpa basement. Roman merancang sendiri villa dengan memiliki basement atau underground.
Mukti belum bisa membeberkan kronologi penangkapan pelaku. Pelaku akan diterbangkan ke Jakarta siang ini menggunakan pesawat dan mendarat di Bandara Soekarno-Hatta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved