Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PENELITI Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Wasisto Raharjo Jati, menilai pola komunikasi lingkungan Istana saat ini sudah menunjukkan kemajuan yang responsif terhadap isu-isu aktual. Meski demikian, Wasisto mendorong agar Badan Komunikasi (Bakom) tampil lebih aktif sebagai garda terdepan dalam menyampaikan sikap pemerintah. Pernyataan ini memperkuat analisis pengamat komunikasi politik Hendri Satrio yang sebelumnya menyebut komunikasi Istana kini lebih berkualitas, meskipun masih terasa spontan.
"Saya pikir komunikasi Istana memang sudah responsif dengan isu-isu aktual. Ada baiknya pula peran Bakom ini lebih aktif dan terdepan menyampaikan pandangan pemerintah ke publik, supaya pesan yang disampaikan sesuai dengan tugas utama institusi itu," ujar Wasisto melalui keterangannya, Sabtu (11/4).
Wasisto mencermati bahwa selama ini peran komunikasi publik memang banyak dijalankan oleh Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. Namun, ia menilai beban kerja keduanya sudah sangat tersita oleh urusan administrasi negara.
Oleh karena itu, penguatan peran Bakom dianggap krusial agar fungsi lembaga komunikasi pemerintah tersebut lebih terlihat nyata di ruang publik saat Seskab maupun Mensesneg sedang berfokus pada urusan manajerial internal pemerintahan.
"Tentunya peran Seskab dan Mensesneg lebih banyak di urusan administrasi negara yang itu sudah menyita banyak perhatian. Bakom perlu dimunculkan supaya lembaga ini terlihat perannya," tambahnya.
Senada dengan Wasisto, analis komunikasi politik Hendri Satrio atau yang akrab disapa Hensa, melihat adanya perbaikan signifikan seiring dengan makin aktifnya Seskab Teddy dalam merespons isu yang berkembang. Menurut Hensa, perbaikan tersebut terlihat dari kualitas pesan yang kini lebih tepat sasaran, singkat, dan langsung pada pokok persoalan. Gaya komunikasi Istana juga dinilai mengalami pergeseran positif.
"Saya melihat perbaikannya bukan karena Istana jadi lebih banyak bicara, tapi pesan yang disampaikan terasa lebih tepat. Menariknya, ada pergeseran gaya komunikasi dari yang sebelumnya defensif menjadi lebih solutif," pungkas Hensa. (E-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved