Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Mantan Direktur Utama PT Industri Hutan V (Inhutani V), Dicky Yuana Rady, dijatuhi hukuman 4 tahun penjara terkait kasus suap pengelolaan lahan.
Ketua majelis hakim, Teddy Windiartono, menyatakan bahwa Dicky terbukti secara sah dan meyakinkan menerima suap terkait jabatannya.
"Menyatakan terdakwa Dicky Yuana Rady telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi suap secara berlanjut sebagaimana dalam dakwaan alternatif pertama," ujar hakim saat membacakan putusan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Kamis (9/4/2026).
Hakim juga menjatuhkan denda sebesar Rp200 juta subsider 90 hari kurungan, serta kewajiban membayar uang pengganti sebesar S$10 ribu dengan subsider 1 tahun kurungan.
Total suap yang diterima Dicky mencapai S$199 ribu (sekitar Rp2,5 miliar). Uang tersebut diberikan oleh Direktur PT Paramitra Mulia Langgeng (PML), Djunaidi Nur, melalui perantara asisten pribadi Dicky, Aditya Simaputra, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Uang suap tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi, seperti membeli peralatan golf dan melunasi pembayaran mobil Jeep Wrangler Rubicon.
Hakim menyebutkan bahwa perbuatan Dicky melanggar Pasal 12 huruf a juncto Pasal 18 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi serta Pasal 127 ayat (1) KUHP Nasional.
Sebelumnya, jaksa penuntut umum menuntut Dicky dengan hukuman 4 tahun 10 bulan penjara. Jaksa meyakini bahwa Dicky menerima suap untuk memastikan kelancaran kerja sama antara PT Paramitra Mulia Langgeng dan PT Inhutani V. (Z-10)
Majelis Hakim Tipikor Jakarta menjatuhkan vonis 2 tahun 4 bulan penjara kepada Djunaidi Nur terkait suap eks Dirut Inhutani V untuk beli Jeep Rubicon.
KPK menangkap Dirut PT INHUTANI V lewat OTT di Jakarta terkait dugaan suap pengelolaan hutan di Lampung. Simak kronologi lengkapnya di sini.
KPK panggil Panitera dan Juru Sita PN Depok sebagai saksi kasus suap sengketa lahan yang menjerat Ketua & Wakil Ketua PN Depok serta petinggi PT Karabha Digdaya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved